Ketum Satkar Ulama Idris Laena Lantik Pengurus Bangka Belitung, Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro
RIAU24.COM - Ketua Umum Satuan Karya Ulama Indonesia (Satkar Ulama Indonesia), Idris Laena, melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satkar Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/10/2026).
Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Akmal Fauzi tersebut diharapkan mampu memperkuat harmonisasi hubungan antara ulama, umaro atau pemerintah, dan umat dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Idris Laena mengatakan, Satkar Ulama Indonesia merupakan organisasi yang berafiliasi dengan Partai Golkar dan telah berdiri sejak 1970. Sejak awal pembentukannya, organisasi ini memiliki tujuan membangun sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
“Tujuannya bagaimana membangun harmonisasi hubungan antara ulama, umaro, kemudian para umat untuk bisa ikut berjuang bersama-sama membangun bangsa kita,” ujar Idris.
Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, peran ulama dan umat menjadi bagian penting dalam mendukung program pembangunan sekaligus menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
Idris menambahkan, peran Satkar Ulama tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga mencakup upaya memperkuat ekonomi umat dan mendorong penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap kepengurusan Satkar Ulama Indonesia di Bangka Belitung dapat segera menjalankan berbagai program organisasi. Selain itu, organisasi kepemudaan Angkatan Muda Satuan Karya Ulama Indonesia (AMSI) dan unsur organisasi lainnya diharapkan dapat bergerak bersama.
“Harapan kami nanti kegiatan-kegiatan Satkar Ulama di Provinsi Bangka Belitung, baik melalui Satkar Ulamanya, kemudian ada bidang pemudanya AMSI, kemudian Hwasi, semua bisa bergerak simultan dan bekerja sama untuk mengaktifkan kegiatan organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD Satkar Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Akmal Fauzi, mengatakan pihaknya akan segera membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah lembaga keagamaan setelah pelantikan.
Langkah awal yang direncanakan yakni melakukan audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Yang pertama, kita akan audiensi ke pemerintah daerah dulu, ke Gubernur, Kanwil Depag, MUI, dan FKUB. Kita sowan, kita samakan persepsi,” kata Akmal.
Akmal menilai, sinergi antara ulama dan umaro perlu diperkuat mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan diharapkan dapat menjangkau pemerintahan desa.
Ia juga menegaskan Satkar Ulama Indonesia bukan organisasi sayap yang wajib mengikuti seluruh perintah partai, meskipun memiliki afiliasi dengan Partai Golkar.
“Selama ini anggapan orang Satkar Ulama itu underbow partai. Bukan underbow partai, tetapi berafiliasi. Kalau underbow itu wajib ikut perintah partai, kita tidak,” ujarnya.
Selain memperkuat hubungan dengan pemerintah dan tokoh agama, kepengurusan baru Satkar Ulama Indonesia Bangka Belitung juga akan memberi perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui AMSI.
Akmal berharap AMSI dapat berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta tokoh-tokoh muda untuk membantu mengurangi dampak negatif narkoba, minuman keras, dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
“AMSI ini akan menggerakkan pemuda yang ber-Ketuhanan. Kalau menghilangkan masalah itu tidak mungkin, tetapi minimal membantu mengurangi. Itulah peran AMSI yang sebenarnya,” katanya.
Dukungan terhadap kepengurusan baru tersebut turut disampaikan Bendahara DPD Partai Golkar Bangka Belitung, Basit Cinda. Ia menilai Satkar Ulama perlu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang penting untuk kebaikan, semuanya kita dukung. Apalagi ini bagian dari keluarga, pasti kita support,” katanya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru tersebut, Satkar Ulama Indonesia Bangka Belitung diharapkan semakin aktif menjalankan program organisasi, memperkuat sinergi ulama dan pemerintah, serta berkontribusi dalam pembinaan umat dan generasi muda.