Bakom Sebut Anies Baswedan Cocok Jadi Mendikdasmen, Faizal Assegaf: yang Dinantikan Justru Pertemuan dengan Presiden Prabowo
RIAU24.COM - Pegiat Media Sosial, Aktivis 98 yang juga sekaligus kritikus Fizal Assegaf memberikan tanggapannya soal pernyataan dari Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan.
Pernyataan tersebut soal ia yang menyarankan secara terbuka mendorong Anies Baswedan untuk masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan atau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Faizal Assegaf memberi respon dan menyebut saran ini menurutnya tak elok.
Ia memaparkan dan menyebut pihak-pihak yang memiliki pikiran kritis seolah-olah menginginkan jabatan.
“Narasi Bakom melempar isu agar pak @aniesbaswedan masuk kabinet, jelas tak elok,” tulis Faizal Assegaf dikutip Senin (12/10).
“Seolah semua pihak yang bersikap kritis gila jabatan,” sebutnya.
Meski begitu, ia mengatakan yang ditunggu dan publik menungggu adalah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Menurutnya, pertemuan kedua tokoh besar politik Nasional ini bisa jadi sesuatu yang baik khusus untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
“Yang ditunggu publik jiwa besar Prabowo untuk mampir ke pak Anies. Saling silaturahim & mendengar masukan demi kepentingan rakyat,” terangnya.
Pernyataan Bakom Syahganda Nainggolan
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, secara terbuka mendorong Anies Baswedan untuk masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyaran dan berharap Anies masuk sebagai Menteri Pendidikan atau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Lanjut, Syahganda menilai rivalitas politik di masa Pilpres 2024 semestinya dilebur demi kepentingan bangsa yang lebih besar, ketimbang mempertahankan gengsi politik.
“Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok,” kata Syahganda dalam tayangan di kanal YouTube Total Politik Minggu (11/10/2026).
Ia mengimbau mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut agar tak segan mengambil peran apabila pintu pengabdian dibuka oleh Istana.
Tentunya sembari mengingatkan rekam jejak historis dukungan Prabowo kepada Anies pada Pilkada DKI 2017 silam.
“Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga,” ujarnya.
(zar)