Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat

Lina • 20 Oct 2026, 19:33
Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat
Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat

RIAU24.COM - SIAK – Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di bangku kuliah. Mereka juga dituntut mampu membaca realitas, memahami persoalan masyarakat, serta menghadirkan gagasan yang dapat menjadi solusi. Pesan inilah yang disampaikan Bupati Siak, Afni Zulkifli, kepada mahasiswa baru Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) Tahun Akademik 2026/2027.

Menurut Afni, perubahan yang berlangsung cepat menuntut mahasiswa untuk adaptif, berpikir kritis, dan mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UNRIDA yang mengusung tema “Intelektual UNRIDA Unggul, Berkarakter, Berdampak” di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026). Afni mengikuti kegiatan tersebut melalui Zoom Meeting.

Dalam kuliah umum itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak tersebut menegaskan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi dinamika zaman. Menurutnya, teori yang dipelajari di perguruan tinggi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami fakta dan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Hari ini kita harus cepat adaptif dan bersiap menghadapi perubahan yang bisa terjadi kapan saja. Kita tidak bisa lagi berpatokan pada nilai-nilai teoretis tanpa melihat fakta-fakta di lapangan. Banyak hal yang terjadi di lapangan berkembang lebih cepat daripada teori yang ada di buku,” kata Afni.

Ia juga mengingatkan bahwa sikap kritis merupakan bagian penting dari kehidupan mahasiswa. Namun, kritik harus didasarkan pada pemahaman yang utuh terhadap persoalan, bukan sekadar mengikuti pendapat atau tren yang berkembang.

Bagi Afni, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus mampu menawarkan gagasan yang konstruktif dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Mahasiswa sejati harus paham substansi apa yang perlu dikritisi, bukan menjadi bagian yang hanya ikut-ikutan mengkritisi. Mahasiswa sejatinya bagian dari solusi bangsa. Kalau punya ide untuk memperbaiki sesuatu, silakan sampaikan melalui wadah yang ada,” ujarnya.

Manfaatkan Masa Kuliah, Siapkan Masa Depan

Selain mendorong mahasiswa berpikir kritis dan solutif, Afni berpesan agar masa perkuliahan dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa perlu mengenali minat dan bidang yang ingin ditekuni sejak awal, menyusun rencana studi dengan baik, serta berupaya menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Ia juga mendorong mahasiswa mulai memikirkan topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masih banyak persoalan di berbagai sektor yang membutuhkan kajian ilmiah agar dapat dipahami dan dicarikan solusi secara tepat.

Di samping kemampuan akademik, Afni menekankan pentingnya akhlak dalam menuntut ilmu. Baginya, kecerdasan dan pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan karakter yang baik agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari. Ia mengajak mahasiswa membangun karakter, menjaga ketekunan, dan membiasakan diri menjalani proses belajar secara konsisten sejak awal perkuliahan.

Menurut Karmila, keberhasilan tidak dapat diraih hanya dengan mengandalkan hasil instan. Ketekunan dan kemampuan beradaptasi merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.

“Jangan sampai kebiasaan serba instan menghilangkan karakter dan ketekunan kita. Ketekunan adalah proses yang membentuk kemampuan dan kepercayaan diri. Kalau itu terus dijaga, saya yakin kalian akan siap menghadapi tantangan di masa depan,” kata Karmila.

Sementara itu, Rektor UNRIDA, Prof. Indrayani, mengatakan bahwa PKKMB merupakan bagian penting dalam membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus sekaligus mempersiapkan diri menjalani proses pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan praktis mengenai kehidupan akademik, memahami proses pembelajaran, serta memiliki kesiapan untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

“Manfaatkan PKKMB ini dengan sebaik-baiknya agar wawasan semakin terbuka lebar, mengenal dunia kampus dan proses pembelajaran yang akan dijalani. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menghasilkan generasi muda yang unggul, berkarakter dan berdampak,” ujar Indrayani, yang akrab disapa Prof. Yani.

Dalam kesempatan itu, Indrayani juga memperkenalkan sejumlah program pendidikan UNRIDA, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja atau pengalaman belajar sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui pengakuan capaian pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui PKKMB tersebut, mahasiswa baru UNRIDA diharapkan tidak hanya siap menjalani kehidupan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi intelektual yang berkarakter, mampu berpikir kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.(Lin)