Kemah Kerukunan di Siak Libatkan 1.711 Peserta, Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau

Lina • 24 Oct 2026, 16:33
Kemah Kerukunan di Siak Libatkan 1.711 Peserta, Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
Kemah Kerukunan di Siak Libatkan 1.711 Peserta, Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau

RIAU24.COM - SIAK – Sebanyak 1.711 peserta mengikuti Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Ekoteologi Siak Hijau yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak di Bumi Perkemahan Pramuka Tengku Buang Asmara, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini mengusung semangat memperkuat kerukunan antarumat beragama, membentuk karakter generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, bersama Bupati Siak Afni Z dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Isyam. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut membawa tiga misi utama, yakni memperkuat kerukunan, membangun karakter peserta didik madrasah, serta menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

"Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 1.711 peserta, terdiri dari 1.300 peserta Kemah Madrasah, 211 peserta Kemah Kerukunan, serta 200 peserta lainnya," kata Fuadi, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keharmonisan masyarakat Kabupaten Siak yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

"Air yang mengalir, udara yang kita hirup, dan tanah yang kita pijak merupakan anugerah Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Z mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas Kementerian Agama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak tersebut.

Menurut Afni, perkemahan ini bukan sekadar kegiatan berkumpul di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan.

"Selagi kita selalu bersama, insyaallah apa pun masalahnya akan bisa diselesaikan dengan baik," kata Afni.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan agama di madrasah dan pondok pesantren, tetapi perlu diperkuat dengan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.

Afni turut berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menghormati simbol-simbol negara sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan Tanah Air.

"Jangan pernah bermain-main dengan Bendera Merah Putih, jangan pernah bermain-main dengan lagu Indonesia Raya, dan jangan bermain-main dengan persatuan kita," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan bahwa ketiga tema kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dalam membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ia mengatakan, kerukunan di Kabupaten Siak merupakan nilai luhur yang telah diwariskan sejak masa Kerajaan Siak. Karena itu, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

"Dari Siak kita belajar bahwa perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diupayakan bersama. Berbeda agama, satu kemanusiaan," ujar Muliardi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kemah Madrasah menjadi sarana pendidikan di luar kelas untuk membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Sementara itu, Ekoteologi Siak Hijau mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Muliardi juga mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan alam Kabupaten Siak, khususnya Sungai Siak dan kawasan hutan gambut yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan lingkungan.

"Kabupaten Siak merupakan jantung Provinsi Riau. Sungai Siak dan hutan gambutnya adalah amanah yang harus dijaga oleh kita semua," katanya.

Melalui penyelenggaraan Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Ekoteologi Siak Hijau ini, Kementerian Agama Kabupaten Siak berharap dapat melahirkan generasi muda yang menjunjung tinggi toleransi, memiliki karakter yang kuat, mencintai persatuan, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerukunan, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap alam merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Siak yang damai, harmonis, dan berkelanjutan.(Lin)