Santri Baitul Qur’an Siak Borong Prestasi di MTQ Kecamatan Dayun, Bukti Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

Lina • 1 Nov 2026, 20:18
Santri Baitul Qur’an Siak Borong Prestasi di MTQ Kecamatan Dayun, Bukti Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
Santri Baitul Qur’an Siak Borong Prestasi di MTQ Kecamatan Dayun, Bukti Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

RIAU24.COM - SIAK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Siak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Dayun, Sabtu (31/10/2026). Sejumlah santri Tahfidz dan tenaga pendidik berhasil meraih juara dalam berbagai cabang perlombaan, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga seni membaca Al-Qur’an.

Keberhasilan ini bukan sekadar tentang piala dan gelar juara, melainkan juga menjadi buah dari ketekunan, doa, serta perjuangan dalam menanamkan kecintaan terhadap Kalam Allah. Di balik setiap prestasi, ada proses panjang yang dijalani, ayat-ayat yang dihafalkan berulang kali, bacaan yang terus diperbaiki, serta kesungguhan untuk memberikan yang terbaik.

Dalam ajang tersebut, M. Naufal berhasil meraih juara II cabang Hifzhil Qur’an 5 Juz dan juara III Tilawah Putra. Sementara itu, Ayu Lestari meraih juara II cabang Hifzhil Qur’an 5 Juz.

Prestasi lainnya diraih Asyrof yang berhasil meraih juara I cabang Tartil Putra. Santri kelas IV MDTA Al Kautsar tersebut menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Tak hanya santri, prestasi juga diraih Ustazah Anisa yang berhasil meraih juara I cabang Hifzhil Qur’an 10 Juz. Pencapaian ini semakin menambah kebanggaan keluarga besar Baitul Qur’an Siak dalam ajang MTQ tingkat Kecamatan Dayun.

Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Siak, Lailatul Munawaroh, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang diraih para santri dan tenaga pendidik tersebut.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh santri yang telah berjuang memberikan penampilan terbaik, serta kepada para ustazah yang selama ini dengan sabar membimbing dan mendampingi para santri dalam proses belajar membaca, melantunkan, dan menghafal Al-Qur’an.

Secara khusus, Lailatul Munawaroh menyampaikan apresiasi kepada Ustazah Magfiroh, Ustazah Huria, dan seluruh ustazah serta pihak terkait yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatian dalam mendampingi para santri hingga mampu meraih prestasi membanggakan.

Baginya, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga hasil dari kerja sama, kesabaran, doa, dan perjuangan bersama dalam mendidik generasi Qur’ani.

Ia berharap segala upaya dan pengorbanan yang telah diberikan oleh para guru dalam mendidik santri menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.

“Terima kasih kepada anak-anak kami yang telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Terima kasih juga kepada Ustazah Magfiroh, Ustazah Huria, dan seluruh ustazah yang dengan sabar membimbing serta mendampingi para santri. Semoga setiap waktu, tenaga, ilmu, dan kesabaran yang dicurahkan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT,” ungkapnya.

Menurutnya, menghafal dan mempelajari Al-Qur’an bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesungguhan untuk mengulang ayat demi ayat, menjaga hafalan, memperbaiki bacaan, serta meluangkan waktu di tengah aktivitas belajar sehari-hari. Karena itu, prestasi yang diraih para santri menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, doa, dan bimbingan yang baik, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sejak usia dini.

Lebih dari sekadar kemenangan dalam perlombaan, keikutsertaan dalam MTQ juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghargai setiap proses perjuangan.

Di balik keberhasilan tersebut, ada peran orang tua yang senantiasa mendoakan, guru yang dengan sabar membimbing, serta para santri yang terus berusaha memperbaiki diri. Semua menjadi bagian penting dari perjalanan panjang dalam menumbuhkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Lailatul Munawaroh berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus belajar, memperkuat hafalan, memperindah bacaan, serta berani mengikuti berbagai ajang perlombaan di masa mendatang.

Sebab, keberhasilan dalam mempelajari Al-Qur’an tidak hanya diukur dari jumlah hafalan atau penghargaan yang diraih. Lebih dari itu, nilai terpentingnya terletak pada bagaimana ayat-ayat suci tersebut tumbuh dalam hati, membentuk akhlak, menjadi pedoman hidup, dan menuntun seseorang untuk senantiasa berbuat kebaikan.

Prestasi di MTQ Kecamatan Dayun ini menjadi pengingat bahwa menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini merupakan investasi berharga bagi masa depan generasi muda.

Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menjadi penyemangat bagi lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, hadiah terindah dari perjuangan mempelajari Al-Qur’an bukan semata-mata piala yang dibawa pulang, melainkan tumbuhnya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dan pedoman dalam setiap langkah kehidupan.(Lin)