riau24

Kantongi Bukti, Siti Sebut Tujuh Perusahaan Segera Diperiksa

Rabu, 14 Agustus 2019 | 07:29 WIB
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi dan jajarannya langsun turut melakukan pemadaman karhutla. Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi dan jajarannya langsun turut melakukan pemadaman karhutla.

RIAU24.COM - Meningkatnya jumlah kebakaran lahan dan hutan di wilayah Provinsi Riau hingga menyebabkan kabut asap, membuat Kementrian Liingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berang.

Hal itu setelah rombongan pejabat Mentri KLHK, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB dan sejumlah pejabat lainnya melakukan patroli udara diatas wilayah karhutla di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

"Diperkirakan ada 11 titik api yang terlihat, 5 titik api didalamnya dan 6 titik dipinggir-pinggirnya TNTN. Kita sudah potokan dan salin titik kordinatnya untuk naik ke Dirjen. Nanti kita cek dilapangan dan ambil langkah hukumnya," ungkap Mentri LHK, Siti Nurbaya.



BACA JUGA : Nama Suparman dan Mantan Wakil Bupati Rohul Masuk Kandidat Kuat Bakal Calon Bupati Pilkada 2020

Siti menyebutkan kasus kahutla di areal TNTN menjadi perhatian khusus, bukan hanya nasional. Dunia internasional menyoroti karhutla di TNTN, karena  hutan tersebut juga ditanami pohon sawit.

" Untuk dari segala aspeknya, kita sudah siapkan beberapa aspek untuk mengusut kasus kabakaran lahan di Kabupaten Pelalawan ini," terangnya pada Riau24.com.



BACA JUGA : Peringati HUT RI ke 74 Tahun, Yayasan Hemadhiro Mettavati Adakan Pesta Rakyat di Rumbai

Untuk penegakan hukumnya, KLHK segera pemeriksaan terhadap 7 koorporasi yang ada di wilayah tersebut.

"Prinsip penegakkan hukumnya instrumennya sudah ada, apakah administrasinya atau perdata maupun  pidananya. Dalam beberapa hari ini tujuh perusahaan akan  diperiksa," tegasnya.

Ia menyakini bahwa sistem monitoring sejak 2015 lalu sudah lebih akurat, sementara untuk pengawasan terhadap koorporasinya sendiri juga cukup ketat dan selektif dilakukan pemerintah.

PenulisR24/amri


Loading...

loading...