riau24

Demi Ungkap Kematian 'Dita' Sang Gajah Liar, Petugas Lakukan Nekropsi

Selasa, 08 Oktober 2019 | 19:27 WIB
Foto. Istimewa Foto. Istimewa

RIAU24.COM - Kematian gajah bernama Dita di Suaka Marga Satwa (SM) Balai Raja Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau beberapa waktu lalu, menarik perhatian Rimba Satwa Fondation (RSF).

Lembaga pemerhati satwa dilindungi ini bergerak cepat untuk melakukan Nekropsi, untuk mengetahui penyebab kematian Dita yang ditemukan mati dengan kondisi perut pecah.

Proses ini langsung dilakukan di lokasi temuan gajah liar tersebut, salah satu anggota RSF, Solfarina, Selasa, 8 Oktober 2019 membenarkan proses nekropsi terhadap Dita.

Baca Juga: Tuntut Perubahan RUU Cipta Kerja, KSBI Berorasi di Kantor DPRD Riau

"Ia benar, Dita kita nekropsi. Saat ini kami sedang bekerja," sebutnya singkat.

Untuk diketahui, proses Nekropsi dilakukan untuk menjawab semua rasa penasaran apakah dia mati karena kelaparan, dibunuh atau karena penyakit yang diderita.

Dengan dilakukannya Nekropsi ini, diharapkan nantinya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dapat langsung menyampaikan penyebab kematian gajah malang tersebut.

Baca Juga: Siak Hari ini Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Dua Orang dari Luar Riau Isolasi Mandiri

Berdasarkan informasinya yang diperoleh, ternyata lokasi tersebut  ditengah alih fungsi hutan menjadi permukiman warga, kebun kelapa sawit bahkan kantor pemerintahaan.

Akibatnya, diduga hal tersebut membuat tak ada lagi sumber makanan dan tempat tinggal bagi para gajah liar didaerah SM Balai Raja.

Bahkan, masyarakat sekitar menganggap Dita dan kawan-kawan sebagai hama yang merusak kelapa sawit milik warga.

 
PenulisR24/amri



Loading...
Loading...