Menu

Harga Tanah Tinggi, Buat Bisnis Rumah Bersubsidi Beralih ke Perbatasan Pekanbaru

Riko 12 Mar 2019, 21:23
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil (foto/riki)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil (foto/riki)

RIAU24.COM - Selasa 12 Maret 2019, Tingginya harga tanah di Kota Pekanbaru membuat bisnis perumahan bersubsidi sulit tumbuh. Hal tersebut membuat pertumbuhan bisnis perumahan bersubsudi beralih dipinggiran Pekanbaru. 

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil. "Memang untuk pertumbuhan bisnis rumah bersubsidi di Pekanbaru tidak tinggi. Faktor penyebabnya harga tanah yang tinggi. Hitungan bisnisnya sudah tidak masuk untuk bisnis perumahan bersubsidi," sebut Jamil. 

Karena harga tanah yang tinggi tersebut, makanya para pengembang perumahan bersubdiri beralih untuk membangun di daerah perbatasan Pekanbaru. "Karena diperbatasan harga masih terjangkau. Seperti perbatasan Kampar, Pelalawan, atau Siak banyak pengembang buka perumahan bersubsidi," katanya. 

Berbeda dengan perumahan non subsidi, masih menggeliat di Pekanbaru. "Kalau perumahan non subsidi masih banyak. Dan kita memudahkan bagi investor, untuk berbisnis perumahan di Pekanbaru," sebut Jamil.

Meski begitu pihaknya senantiasa berbenah dan mengedepankan pelayanan untuk kenyamanan investor. "Makanya kita wujudkan Mal Pelayanan Pekanbaru (MPP) yang sudah diresmikan Menpan RB lalu. Semua bentuk perizinan kita layani di MPP, jadi sangat memudahkan," sebut Jamil.