Sebut Habib Rizieq 'Raja Bohong', DDI Tegur Yusril

Sabtu, 06 April 2019 | 16:39 WIB
YUsril Ihza Mahendra YUsril Ihza Mahendra

RIAU24.COM -  Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), menegur Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Teguran itu merupakan buntut dari pernyataan Yusril, yang menyebutkan Imam Besar Front Pembela Islam (SPI) Habib Rizieq Syihab adalah sebagai 'Raja Bohong'.

DDII menegur Yusril yang dinilai sudah tak lagi sejalan dengan misi memperjuangkan suara umat Islam.

Teguran itu disampaikan Ketua DDII, Mohammad Siddik dalam surat terbuka, Sabtu 6 April 2019. Teguran itu disampaikannya melalui surat terbuka.

Baca Juga: Soal Reshuffle Kabinet Jokowi Pada Rabu Pon, Ini Kata Cak Imin

"Sehubungan dengan sikap dan pernyataan Saudara yang selalu mendelegitimasi ijtima' ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong, maka Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Saudara yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendekiawan muslim yang mewarisi nilai-nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh tokoh Masyumi lainnya," demikian pernyataan tertulis tersebut, dilansir detik.

Lebih lanjut, Siddik mengatakan, DDII memiliki ikatan yang kuat dengan PBB. Dalam surat terbuka itu, DDII juga mengatakan miliki andil dalam pembentukan PBB.

"Seperti Saudara ketahui, partai Masyumi terdiri dari para ulama dan politisi Muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai moral dan akhlakul karimah baik dalam sikap, tindakan maupun ucapan. Partai Masyumi menjadi besar karena teladan tokoh tokohnya yang menunjukkan keserasian antara ucapan dan tindakan," tutur Siddik.

"Nilai-nilai besar dan sikap kenegaraan ini lah yang diwarisi oleh Dewan Da'wah. Pada saat pembentukan awal PBB, Dewan Da'wah mengharapkan bahwa Saudara sebagai ketua umumnya dapat membawa ciri-ciri dan karakter para politisi Masyumi yang dikenal keunggulan dan kemuliaan akhlaknya. Di mana para tokoh Partai Masyumi selalu senapas dan sejiwa dengan ulama dan umat Islam serta tidak berseberangan atau meninggalkan ulama dan umat," sambungnya.

Baca Juga: Ini Duet Terkuat Capres 2024 Versi Lembaga Surevei, Sempat Kalahkan Posisi Anies-Ganjar

Terkait surat terbuka tersebut, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono, telah dicoba dikonfirmasi. Namun Sukmo memilih untuk bertabayun dulu kepada pihak DDII.

Seperti diketahui, sebelumnya Sukmo bertindak mewakili Yusril dalam menggelar konferensi pers terkait pernyataan Yusril tersebut. Ketika itu, Sukmo mengatakan, apa yang dilakukannya dan Yusril semata-mata sebagai bentuk hak jawab.

Hal itu dilontarkannya menanggapi pernyataan Habiburokhman dan juru bicara FPI, Munarman terkait perselisihan antara Yusril dan Habib Rizieq, yang menyorot perihal keislaman Prabowo.

Duduk perkara persoalan ini bermula pada November 2018 silam. Kala itu, ada pernyataan Yusril dalam sebuah video yang pada intinya dalam video itu Yusril mengatakan bahwa Habib Rizieq pun pernah menyatakan kepada dirinya mengenai keislaman Prabowo yang diragukan.

Kemudian, Habib Rizieq menyanggah pernyataan Yusril itu, dalam video yang ditayangkan di channel Youtube Front TV pada 1 April 2019. Menurut Habib Rizieq, apa yang disampaikan oleh Yusril itu tidak benar dan sebuah kebohongan.

Yusril dan PBB kemudian bergerak, menyangkal pernyataan Habib Rizieq. Tak lama kemudian Yusril mengungkap chat lengkap dengan Habib Rizieq dan memberikan keterangan tertulis, yang balik menyebut Habib Riziq berbohong.

Menurut Sukmo, bila tidak ada video tersebut, maka Yusril juga tidak akan berbicara. ***

 

 


Berikut Surat Terbuka DDII yang ditujukan kepada Yusril Ihza Mahendra

Kepada Yth.
Saudara Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra
di- Tempat
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Izinkan kami menyampaikan surat terbuka ini untuk Saudara karena Partai Bulan Bintang
(PBB) yang Saudara nakhodai adalah merupakan wadah aspirasi politik ummat Islam yang diinisiasikan dan didirikan oleh Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia bersama 20-an ormas lainnya beserta ulama, tokoh dan intelektual muslim. Bagi kami citra PBB juga bagian dari citra Dewan Da'wah dan ormas serta ummat Islam yang mendirikannya. Oleh karenanya, kami memiliki hak moral dan hak kesejarahan untuk menyampaikan surat terbuka ini.


Sehubungan dengan sikap dan pernyataan Saudara yang selalu mendelegitimasi ijtima' ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong, maka Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Saudara yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendekiawan muslim yang mewarisi nilai nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh tokoh Masyumi lainnya.

Seperti Saudara ketahui, partai Masyumi terdiri dari para ulama dan politisi Muslim yang
sangat menjunjung tinggi nilai nilai moral dan akhlakul karimah baik dalam sikap, tindakan maupun ucapan. Partai Masyumi menjadi besar karena teladan tokoh tokohnya yang menunjukkan keserasian antara ucapan dan tindakan. Nilai-nilai besar dan sikap kenegaraan ini lah yang diwarisi oleh Dewan Da'wah. Pada saat pembentukan awal PBB, Dewan Da'wah mengharapkan bahwa Saudara sebagai ketua umumnya dapat membawa ciri ciri dan karakter para politisi Masyumi yang dikenal keunggulan dan kemuliaan akhlaknya. Dimana para tokoh Partai Masyumi selalu senapas dan sejiwa dengan ulama dan ummat Islam serta tidak bersebrangan atau meninggalkan ulama dan ummat.


Sikap Saudara yang tidak ramah bahkan cenderung melecehkan para ulama yang berkumpul dan telah memutuskan sikap dan dukungan politik bersama dalam Ijtima Ulama I dan II, telah menunjukkan karakter yang tidak sesuai dengan nilai nilai luhur yang selama ini dipedomani oleh para keluarga besar Dewan Da'wah.


Selama ini Saudara selalu mengaku sebagai kader Allahyarham Mohammad Natsir pendiri dan ketua Umum Dewan Dakwah. Tetapi yang kami pahami Allahyarham Mohammad Natsir tidak pernah punya karakter yang melecehkan para ulama apalagi bersebrangan dengan mainstream ummat. Pada saat Saudara menyatakan menjadi lawyer Bapak Joko Widodo sebagai capres, kami telah mengundang dan meminta klarifikasi dari Saudara, tetapi ternyata klarifikasi Saudara tidak menjadi kenyataan. Kami sangat kecewa ketika Saudara pada akhirnya bukan saja sebagai lawyer tetapi bahkan menyebrang menjadi pendukung Paslon 01 dari rezim yang selama ini dipersepsikan tidak sejalan dengan aspirasi ummat Islam terutama para ulama yang berkumpul di ijtima ulama 1 & 2.


Akhirnya kami dapat menyimpulkan, bahwa terlalu banyak pernyataan Saudara yang tidak konsiten dan tidak istiqamah dalam sikap dan perilaku. Adalah hak Saudara untuk bersikap secara pribadi, akan tetapi pribadi Saudara dan kedudukan Saudara sebagai Ketua Umum Partai Islam PBB adalah melekat dan tidak dapat dipisahkan, sehingga sikap Saudara telah menimbulkan tsunami politik di lingkungan PBB, padahal pada awalnya, ulama dan ummat telah memberikan harapan yang besar terhadap PBB sebagai wadah perjuangan politik penerus partai Masyumi. Tetapi dengan sikap dan pernyataan saudara yang cenderung arogan dan melecehkan, membuat ulama dan ummat ragu untuk memberikan amanah dan dukungan kepada PBB. Dan ini akan menyulitkan PBB untuk lolos dari Parliamentary Threshold 4 %.


Kami sangat menyesalkan sikap Saudara yang menafikan dan under estimate terhadap
gerakan politik keummatan yang dimanifestasikan dalam gerakan "411" dan "212", dimana para ulama tersebut telah berhasil menghimpun kekuatan ummat secara massif dengan menghadirkan jutaan ummat yang belum pernah ada presedennya dalam sejarah di Indonesia dan telah merubah konstelasi politik Indonesia khususnya DKI Jakarta dengan aman dan damai secara konstitusional. Seharusnya Saudara sebagai ketua umum PBB dapat melihat kenyataan yang jelas ini dan bersinergi bahu membahu dengan gerakan politik keummatan ini.


Kami berharap surat terbuka ini menjadi bahan renungan dan introspeksi Saudara untuk tidak lagi mengulangi sikap dan pernyataan yang bersebrangan dengan ulama dan mainstream ummat.

Apabila Saudara masih tidak mengindahkan surat terbuka ini, maka dengan sangat menyesal dan terpaksa kami beralasan kuat untuk mengatakan bahwa Saudara tidak lagi layak menjadi bagian keluarga besar Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Semoga hal itu tidak terjadi dan Allah memberikan Saudara kekuatan dan perlindungan dari segala macam ujian dan cobaan. Demikianlah surat terbuka ini kami buat sebagai pertanggungjawaban kami kepada Dewan Da'wah dan ummat.

Wabillahi Taufiq wal Hidayah. Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh.

Jakarta, 05 April 2019
Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia

( Drs. H. Mohammad Siddik, MA)

 

PenulisR24/wan


Loading...
Loading...