Menu

Kurang Dana, 1.700 Warga Gaza Terancam Diamputasi

Riko 10 May 2019, 13:43
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Sebanyak 1.700 orang warga Gaza yang ditembak tentara Israel terkatung-katung untuk diamputasi lantaran kurangnya dana kesehatan. Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Palestina Jamie McGoldrick mengungkapkan data terbaru itu kemarin. 

Dia menyatakan 29.000 warga Palestina terluka dalam unjuk rasa tahun lalu dan 7.000 orang mengalami luka tembak yang sebagian besar di kaki.

"Ada 1.700 orang yang membutuhkan operasi bedah rumit dan serius agar mereka dapat berjalan lagi,” kata McGoldrick. 

Dia menambahkan, “Orang-orang itu ditembak saat demonstrasi dan mereka yang membutuhkan rehabilitasi dan bedah rekonstruksi tulang yang sangat serius serta rumit dalam periode dua tahun sebelum mereka mulai merehabilitasi diri mereka sendiri.”

Menurut dia, tanpa prosedur medisitu, semua orang itu berisiko memerlukan amputasi. PBB saat ini memerlukan USD20 juta untuk mengisi kekurangan dalam belanja kesehatan. Kurangnya dana untuk Program Pangan Dunia (WFP) dan UNRWA yang mendukung pengngsi Palestina juga berarti terganggunya suplai makanan untuk satu juta orang.

“Jika itu dihentikan, di sana tak ada alternatif bagi orang untuk membawa makanan masuk dari sumber lain mana pun karena mereka tidak memiliki daya beli,” tutur McGoldrick. Juru bicara WFP Herve Verhoosel menjelaskan, kurangnya dana berarti WFP harus memangkas bantuan untuk 193.000 orang tahun ini di Tepi Barat dan Gaza, dengan 27.000 orang tidak mendapatkan apa pun dan sisanya hanya memperoleh USD8 per bulan dibandingkan sebelumnya USD10 per bulan.

Halaman: 12Lihat Semua