Menu

Situasi di Wamena Masih Panas, Polisi Sebut Isu Rasialis Penyebab Rusuh Adalah Hoaks

Siswandi 23 Sep 2019, 12:59
Ilustrasi rusuh di Wamena, Papua.
Ilustrasi rusuh di Wamena, Papua.

RIAU24.COM -  Kerusuhan yang terjadi di Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Wamena di Papua, sejak Senin 23 September 2019 menjelang siang tadi, membuat suasana di kota itu mencekam bercampur panas. Tak hanya rumah dan toko milik warga, Kantor Bupati Jayawijaya juga ikut terbakar. Begitu pula sejumlah fasilitas publik yang berada di kota itu.

Sebelumnya, sempat beredar kabar yang menyebutkan rusuh tersebut dipicu perkataan rasialis seorang guru kepada siswanya.

Namun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan, kabar tentang perkataan rasialis itu adalah hoaks atau berita bohong.

Dikatakan, sejauh ini aparat keamanan yakni Polri-TNI masih menangani kondisi yang terjadi di Wamena. Pendekatan yang dilakukan dengan cara persuasif dan melibatkan tokoh agama, adat dan pemerintah daerah.

"Bisa dikatakan penyebaran berita hoaks tersebut yang memicu kejadian yang ada di sana. Saat ini ditangani," terang di Mabes Polri, dilansir cnnindonesia.

Dedi mengatakan berita hoaks yang dimaksud terkait dengan rasialisme. Namun dia tidak merinci hoaks rasial apa yang memicu kerusuhan. "Hoaksnya tentang rasis. Penyebar hoaksnya sedang didalami Ditsiber Bareskrim," tambahnya lagi.

Halaman: 12Lihat Semua