Menu

218 Perantau Minang Pilih Bertahan di Wamena, 133 Menunggu Dipulangkan

Siswandi 8 Oct 2019, 12:50
Kondisi salah satu sekolah di Wamena, pada Senin (6/10/2019) setelah tragedi rusuh bebeberapa waktu lalu. Foto: int
Kondisi salah satu sekolah di Wamena, pada Senin (6/10/2019) setelah tragedi rusuh bebeberapa waktu lalu. Foto: int

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, tercatat masih ada sebanyak 218 perantau Minang, yang memilih bertahan di Wamena, Papua, pasca tragedi rusuh beberapa waktu lalu. Mereka yang memilih bertahan, rata-rata yang memiliki aset yang masih bisa dipertahankan dan masih dalam keadaan utuh.

Kondisi itu diungkapkan Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena, Novi Zendra, yang masih berada di Wamena.  Kepada republika,  Selasa 8 Oktober 2918, Novi mengatakan, awalnya yang memilih bertahan di Wamena ada sebanyak 227 orang. Namun  pada Senin (10/9/2019) ada sembilan orang lagi yang akhirnya memilih berangkat ke Jayapura untuk ikut gelombang eksodus pulang kampung ke Sumatera Barat.

"Kemarin terakhir yang pergi ada sembilan orang. Jadi sekarang yang bertahan di Wamena ada 218 orang," ungkapnya.

Novi menjelaskan bantuan buat warga perantau Minang yang bertahan di Wamena terus mengalir. Bantuan tersebut datang dari berbagai pihak seperti Pemprov Papua, Pemkab Jayawijaya dan dari berbagai LSM.

Novi sendiri mengakui dirinya juga berniat kembali ke kampung halamannya di Sumbar. Tapi ia belum bisa pergi lantaran harus mengurus warga Minang di Wamena. Sementara istrinya sudah berangkat hari ini ke Sumbar karena masih merasa trauma pascatragedi Wamena dua pekan lalu.
"Saya lihat dulu (pulang kampung atau tidak). Saya harus selesaikan dulu urusan warga perantau Minang di sini (Wamena)," ucap Novi.

Sambungan berita: 133 Tunggu Dipulangkan
Halaman: 12Lihat Semua