Menu

Viral, Perdana Menteri Israel Keceplosan Ngomong, Sebut Negaranya Punya Kekuatan Nuklir

Siswandi 6 Jan 2020, 10:48
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersenyum setelah keseleo lidah dengan menyebut Israel negara kekuatan nuklir. Foto: int
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersenyum setelah keseleo lidah dengan menyebut Israel negara kekuatan nuklir. Foto: int

RIAU24.COM -  Desas-desus tentang Israel yang disebut memiliki persenjataan nuklir, sebenarnya sudah lama disebut-sebut para ahli senjata dan nuklir. Namun selama ini, negara zionis tak pernah membenarkan atau membantahnya serta membiarkan kabar itu terus menggantung selama beberapa dekade. 

Namun pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini, mungkin bisa menjadi gambaran tentang kondisi yang terjadi sebenarnya, meski belum masih samar. 

Hal itu terjadi ketika Netanyahu keceplosan dan menggambarkan Israel sebagai kekuatan nuklir. Sadar telah keceploan, Netanyahu bergegas mengoreksi ucapannya dengan anggukan malu-malu sambil tersenyum.

Dilansir sindonews, Senin 6 Januari 2019,  insiden keceplosan itu terjadi ketika Benjamin Netanyahu membacakan teks berbahasa Ibrani dalam pertemuan kabinet mingguan, pekan kemarin waktu setempat . Teks yang dibacakan itu tentang kesepakatan dengan Yunani dan Siprus pada proyek pipa gas bawah laut.

"Pentingnya proyek ini adalah bahwa kita mengubah Israel menjadi kekuatan nuklir," katanya, seperti dikutip dari reuters. Sesaat kemudian, dia mengoreksi ucapannya dengan mengatakan bahwa yang dia maksud adalah "kekuatan energi".

Netanyahu kemudian berhenti sejenak dan mengakui salah ucap, sambil senyum. Dia kemudian melanjutkan dengan menyampaikan beberapa komentar.

Langsung Viral 
Ucapan tak sengaja dari salah satu politisi paling populer di Israel itu, dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Netanyahu sendiri sedang berjuang untuk melanggengkan kekuasaan politiknya dalam pemilu ketiga pada 2 Maret 2020 mendatang. Pemilu ketiga ini disiapkan setelah dua pemilu sebelumnya, yakni pada bulan April dan September, tidak ada partai yang mencapai suara mayoritas Parlemen untuk membentuk pemerintahan. Baik kubu Netanyahu maupun rivalnya sama-sama gagal membentuk koalisi.

Selain itu, Netanyahu juga sedang dijerat tiga kasus korupsi. Karena kasus ini, dia telah resmi didakwa. Namun, Benjamin membantah dirinya bersalah dan malah mengajukan kekebalan hukum kepada Parlemen Israel. ***