Menu

Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi Tiba-tiba Mencuat, Begini Kronologisnya

Siswandi 24 Feb 2020, 10:11
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju. Foto: int
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju. Foto: int

RIAU24.COM -  Wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju, saat ini mendadak mencuat. Kabar ini juga telah beredar dan mendapat respon dari masyarakat, khususnya netizen di Tanah Air. Wacana itu muncul tak lama sesudah evaluasi 100 hari kerja Presiden Joko Widodo. 

Sejauh ini, belum bisa dipastikan siapa yang pertama kali menyebarkan kabar itu. Namun dari penelusuran kompas, informasi itu kabarnya bermula dari cuitan pendukung Jokowi, Dede Budhyarto, di akun twitter pribadinya @kangdede78. 

Dilansir kompas, Senin 24 Februari 2020, awalnya Dede mengunggah cuitan yang berisikan tentang pertemuannya bersama para pegiat media sosial dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor. 

Dalam salah satu cuitannya itu, Dede melalui mengatakan bakal ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat.  Belakangan, hal itu kemudian mengundang perhatian dan respon dari banyak kalangan. 

"Pengin cerita hasil pertemuan dengan Presiden @ jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel (reshuffle) tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya endak bagus kalian bakalan dicukupkan," kata Dede melalui cuitannya tersebut. 

Begini Respon Istana 
Terkait kabar itu, pihak Istana membenarkan adanya pertemuan antara Jokowi dan para pegiat media sosial. Seperti diterangkan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, pertemuan antara Jokowi dan para pegiat media sosial berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/2/2020). 

Namun ia membantah pertemuan tersebut membahas reshuffle kabinet. Pertemuan tersebut menurut Fadjroel hanya silaturahim antara Jokowi dan para pegiat media sosial. 

Ia menegaskan tidak ada rencana perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju. Karenanya semua anggota kabinet diperintahkan untuk fokus terhadap fungsi kementeriannya masing-masing dan segera beradaptasi. 

Namun demikian, Fadjroel membenarkan dalam pertemuan tersebut sempat menyinggung kinerja menteri yang dinilai kurang cepat dan kurang mampu beradaptasi. Fadjroel bahkan menyampaikan pernyataan Jokowi yang tak segan mencopot menteri yang kerjanya lamban dan tidak bisa beradaptasi. 

"Presiden Joko Widodo menyatakan, 'Apa-apa perlu penyesuaian. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu'," kata Fadjroel menirukan ucapan Jokowi.

"Kalau terus (tidak dapat beradaptasi), pasti saya ganti," lanjut Fadjroel menirukan ucapan Jokowi. ***