Menu

PGI Sayangkan Pemberian Nasi Bungkus Berlogo Anjing

Riko 27 Apr 2020, 17:38
Gomar Gultom (net)
Gomar Gultom (net)

RIAU24.COM -  Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) menyayangkan pemberian nasi bungkus berlogo anjing di Wakaras, Jakarta Utara, pada Minggu 26 April 2020. PGI menilai pemberian bantuan mestinya disalurkan dengan mempertimbangkan etika masyarakat yang disasar. 

PGI meminta ke depannya umat Kristen tak sembarangan memberi bantuan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Sebab, kontroversi nasi bungkus berlogo anjing sungguh tidak perlu di tengah pandemi corona.

"Itikad dan niat baik untuk berbagi ini juga perlu dibarengi dengan cara-cara dan pendekatan yang baik pula," kata Ketua Umum PGI Gomar Gultom mengutip dari Republika, Senin 27 April 2020.

Gultom mengimbau, pemberian bantuan sebaiknya tak memakai logo tertentu yang sensitif bagi suatu kelompok masyarakat.  "Harus dihindari pendekatan yang bisa disalah-pahami sebagai merendahkan pihak penerima, dan apalagi menggunakan kosa kata yang bias negatif bagi kelompok masyarakat," lanjut Gultom.

PGI tetap mengapresiasi inisiatif dan kesediaan masyarakat untuk berbagi. Pasalnya, pandemi Covid 19 dan kondisi PSBB membutuhkan kesetiakawanan semua pihak untuk berbagi, khususnya kepada mereka yang kurang beruntung. Yang perlu diperbaiki ialah cara penyerahan bantuannya.

"Saya menghimbau segenap masyarakat yang berniat untuk berbagi jeli dan sensitif dalam segala bentuk pemberian dan cara-cara pembagiannya," ujar Gultom.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan keresahan warga Warakas akibat pembagian nasi bungkus berlogo anjing. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa tiga saksi, dan menyita barang bukti makanan siap santap untuk mengetahui komposisi kandungannya.

Makanan siap santap itu disediakan dan dikirim oleh salah satu komunitas masyarakat yang berlokasi di Jakarta Barat.