Menu

Hidup di Rumah Berlantai Tanah, Istri Sakit Kanker Otak, Petani Miskin Ini Tolak BLT Karena Merasa Masih Mampu Bekerja

Satria Utama 22 May 2020, 13:20
Bambang mengembalikan BLT yang diterimanya
Bambang mengembalikan BLT yang diterimanya

RIAU24.COM - BLORA - Di saat banyak orang mampu merasa dirinya miskin dan menuntut bantuan sembako,  petani miskin di Blora, Jawa Tengah ini justru bersikap sebaliknya, Ia menolak Bantuan Langusng Tunai (BLT) karena masih merasa mampu bekerja.

Sosok yang berhati lapang ini adalah pasangan Bambang dan Siswati. Mereka tercatat sebagai warga Dukuh Jagong RT 11/3, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Doplang. Sebagaimana warga miskin pada umumnya, rumah mereka tak besar. Lantai masih beralaskan tanah dan berbilik papan kayu. Ironisnya lagi, sang istrin tengah terbaring tak berdaya di tempat tidur karena menderita kanker otak.

Meja dan kursi tamu yang terbuat dari kayu juga tampak seadanya. Cat pelitur warna cokelat di meja dan kursi sudah pudar bercampur debu. Sudah barang tentu, karena mebel itu langsung diletakkan di atas lantai tanah. Tanpa dilapisi karpet sebagaimana rumah-rumah gedongan.

Di samping meja dan kursi itu juga terlihat tempat tidur atau dipan sederhana. Ruang kecil itu tak hanya digunakan untuk menerima tamu namun juga sekaligus tempat tidur. Hal yang biasa terjadi pada keluarga miskin, menyatukan banyak ruang karena terbatasnya keuangan. Jangan bandingkan dengan rumah gedongan.

Tempat tidur yang digunakan berbaring Siswati tak kalah memprihatinkan. Kasur lusuh ditutup sprei seadanya. Beberapa bantal tampak mengganjal kepala dan leher Siswati agar posisi berbaringnya lebih nyaman.

Kain kelambu di atas dipan untuk mencegah nyamuk hanya dicantolkan dengan dinding. Sementara untuk sudut lainnya disangga kayu yang dilangsung ditancapkan ke lantai tanah. Meski tak teratur dan terkesan berantakan, namun fungsi utamanya terpenuhi. Melindungi Siswati dari gigitan nyamuk.

Halaman: 12Lihat Semua