Menu

Indonesia Dorong Isu Kesejahteraan Nelayan dan Penangkapan Ikan Ilegal di Kawasan Samudra Hindia

Satria Utama 24 Jun 2020, 12:21
The 1st Meeting of IORA Cluster Group on Fisheries Management (CGFM) yang dilaksanakan secara virtual
The 1st Meeting of IORA Cluster Group on Fisheries Management (CGFM) yang dilaksanakan secara virtual

RIAU24.COM -  JAKARTA - Di tengah pandemi global COVID-19, Indonesia konsisten mendorong kemitraan regional di Kawasan Samudra Hindia dalam kerangka Indian Ocean Rim Association (IORA) dengan menginisiasi pendirian Kelompok Kerja Sama Pengelolaan Perikanan

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan the 1st Meeting of IORA Cluster Group on Fisheries Management (CGFM) yang dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 23 Juni 2020. 

Kelompok Kerja ini terdiri dari para pemangku kepentingan di bidang perikanan, baik dari kalangan swasta maupun pemerintah dari sembilan negara, yakni Bangladesh, Iran, Indonesia, Kenya, Madagaskar, Mauritius, Oman, Tanzania, Thailand dan lembaga think-tank di bawah IORA yang menangani isu perikanan yaitu IORA Fisheries Support Unit (FSU). Kelompok kerja ini nantinya akan bertugas untuk mendiskusikan permasalahan perikanan secara lebih menyeluruh di Samudra Hindia.

Inisiatif Indonesia di Samudra Hindia diharapkan dapat mendukung visi dan implementasi kerja sama Indo Pacific yang damai dan sejahtera. Selanjutnya, kepemimpinan Indonesia di bidang kelautan dan perikanan dalam forum IORA diharapkan berkontribusi pada diplomasi ekonomi, mendorong berbagai isu kelautan dan perikanan, mencegah illegal, unreported and unregulated (IUU) Fishing atau penangkapan ikan ilegal, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir, yang menjadi salah satu kepentingan dan prioritas nasional. 

“Saat ini kita menghadapi COVID-19 sebagai musuh bersama. Sebagai organisasi dengan negara-negara anggota yang berada di Samudra Hindia, sudah sepatutnya IORA berfokus kembali kepada potensi kerja sama kelautan, termasuk sektor perikanan,” ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya, saat pembukaan pertemuan tersebut secara daring.

Kelompok Kerja Perikanan dibentuk untuk menghasilkan program konkret dalam mendukung pemulihan ekonomi paska pandemi, khususnya meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendorong pariwisata bahari di Samudra Hindia, dan meningkatkan perdagangan dan investasi perikanan. 

Halaman: 12Lihat Semua