Di Forum Diplomasi Indonesia, Ketum JMSI Soroti Praktik Jurnalisme Yang Gunakan Combative Lens
diskusi virtual bertajuk "Membaca Diplomasi Indonesia"
Meski begitu, Teguh tidak menyalahkan media yang ikut mengabarkan desas-desus kematian Kim Jong Un pada saat itu. "Karena jurnalistik itu tidak tentang kebenaran final atau kebenaran ilahiah. Tetapi kebenaran yang sifatnya fungsional yang menjawab pertayaan pada ruang dan waktu tertentu,” demikian Teguh. ***(rls)
Baca juga: Dari Ambisi 3 Periode sampai Dinasti Politik, Eks Penasihat Spiritual Jokowi Bicara Blak-blakan