Guru Besar UI Sebut Revolusi Mental Jokowi Tidak Ada, Yang Ada Cuma Angkat Anaknya Jadi Calon Walikota Solo

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 11:02 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Sri Edi Swasono menilai jika revolusi mental yang digadang-gadangkan oleh Presiden Jokowi ketika Pilpres 2014 lalu tidak terjadi hingga saat ini.

Dilansir dari Rmol.id, Sabtu, 1 Agustus 2020, dia menyindir jika revolusi mental merupakan new normal.

Baca Juga: Meski Dilarang, Gibran Putra Jokowi Tetap Siapkan Konser Hiburan untuk Pilkada Solo, Seperti Ini Taktiknya

"Revolusi mentalnya gak ada, revolusi mental itu ternyata new normal, sekarang menjadi new upnormal, kan cilaka itu. Tahukah anda bawa yang disebut new normal ternyata adalah new upnormal?" kata Prof Sri Edi Swasono.

Sebab, kata Prof Sri Edi, hingga saat ini masih banyaknya tindakan rasuah hingga mental dinasti kekuasaan.

"Jadi revolusi mental tidak ada. Mental korupsi tidak pernah hilang, mental berkuasa dinastis-isme tidak hilang," lanjutnya.

Baca Juga: Gara-gara Omongan Ini, Anggota DPR RI Ini Sebut Narasi Gatot Nurmantyo Membodohi Nalar

Dia juga menyindir jika mental dinastiisme malah dilakukan oleh Presiden Jokowi sendiri karena putranya, Gibran Rakabuming Raka diusung untuk maju di Pilkada Solo 2020

"Kan tidak hilang dinasti-isme, malah Presiden sendiri anaknya diangkat untuk menjadi calon Walikota, itu kan gak pantas, jadi revolusi mental tidak terjadi," tegas Prof Sri Edi.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...