POP Berpolemik, Pengamat Minta Jokowi Evaluasi Nadiem Makarim

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 18:55 WIB
Nadiem Anwar Makarim (net) Nadiem Anwar Makarim (net)

RIAU24.COM -  Program Organisasi Penggerak (POP) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan seolah menjadi polemik yang tak berkesudahan dan setelah ditemukan keterlibatan dua lembaga CSR korporasi besar. 

Baca Juga: Arief Poyuono Desak Prabowo Minta Maaf Terkait Penangkapan Menteri Edhy

Pemerhati politik Iwel Satra berpendapat, polemik dari program tersebut patut dijadikan bahan evaluasi oleh Presiden Jokowi. tehadap Mendikbud Nadiem Makarim. 

"Sepertinya Nadiem menjadi salah satu menteri yang layak dievaluasi Presiden Jokowi untuk diberikan tempat yang lebih pas dan tepat dengan latar bekalang dan kemampuan yang dimiliki," ujar Iwel melansir dari RMOL. Sabtu 1 Agustus 2020.

Secara latar belakang, lanjut Direktur Mahara Leadership ini, Nadiem tidak memiliki latar belakang pengalaman mengurusi pendidikan. Sehingga program yang sengaja dicanangkan untuk peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan tersebut malah berujung polemik.

"Polemik POP terjadi merupakan suatu hal yang wajar karena memang sejak awal Mas Menteri Nadiem Makarim sudah banyak yang bilang tidak pas pada posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," paparnya.

Menurut Iwel, sosok Eks Bos Gojek tersebut di mata masyarakat adalah sebagai seorang pebisnis berbasis digital, yang hasil dari kerja kerasnya patut diacungkan jempol karena sudah bisa membesarkan bisnis ojek online dan merambah ke financial technology. 

Sehingga, tanggung jawab yang diberikan presiden kepada Nadiem tidak ada sangkut pautnya dengan perihal pendidikan dan kebudayaan. Sehingga menurut Iwel, jika benar Nadiem mepunyai kapasitas di Kemendikbud, maka pasti ada solusi dari polemik POP.

Baca Juga: Polisi Tangkap Artis ST dan MA Dalam Kasus Prostitusi Online

Tidak bisa menatap ke depan tanpa memiliki kajian yang kuat mengenai sejarah dan budaya pendidikan di Indonesia," katanya.

"Nadiem sendiri sudah meminta maaf atas terjadinya polemik ini, tentu persoalannya bukan sekadar meminta maaf, namun apa solusi yang akan ditawarkan Nadiem,"tutupnya. 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...