Kemenkeu Sebut Total BLT Pekerja bergaji Rp5 juta Mencapai Rp2,4 juta

Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:56 WIB
Sri Mulyani (net) Sri Mulyani (net)

RIAU24.COM -  Kementerian Keuangan menyebut total bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan ke pekerja bergaji kurang dari Rp5 juta demi membantu mereka menghadapi tekanan akibat virus corona mencapai Rp2,4 juta. 

Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan ada opsi BLT tersebut akan diberikan langsung dengan total Rp2,4 juta.

Baca Juga: Viral Personel TNI Pasang Badan Jaga UAS Saat Ceramah di Lampung, Netizen Bilang Begini

Sementara opsi lainnya, BLT diberikan setiap bulan sekali dengan besaran Rp600 ribu selama empat bulan.

"Kurang lebih seperti yang sudah di dengar bahwa besarannya itu kalau untuk yang tenaga kerja, yang akan bergerak sekitar Rp2,4 juta per orang. Apakah nanti dibayarnya sekali atau berapa kali pembayaran itu sedang kita finalisasi," ujarnya dalam video conference, mengutip dari CNNIndonesia. Kamis 6 Agustus 2020.

Pemerintah akan memberikan BLT kepada 13,8 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta sebesar per bulan. Bantuan tersebut rencananya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

Febrio mengatakan BLT tersebut diberikan karena hasil evaluasi dari program pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja bergaji kurang dari Rp200 juta demi mengurangi beban corona menunjukkan insentif tersebut tak berjalan.

Baca Juga: Langsung Trending, Netizen Heboh Chef Juna Seperti Kembaran Guru Harry Potter

Menurutnya, selama ini insentif ini belum dijalankan optimal oleh pengusaha. Insentif tersebut, kata Febrio, sejatinya merupakan cash transfer dari pemerintah ke pekerja yang selama ini sudah membayarkan pajaknya secara individu.

"Kata kuncinya sekarang itu kecepatan karena kalau kita mengejar berapa juta orang yang tenaga kerja dan produktif itu, ini bukan masalah besarannya tapi bagaimana uangnya sampai ke kantong penerima," imbuh Febrio.

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...