Penusukan Syekh Ali Jaber Jadi Sorotan Publik, Mujahid 212: Kenapa Ulama Selalu Jadi Target Orang Gangguan Jiwa?

Senin, 14 September 2020 | 09:23 WIB
Damai Hari Lubis Damai Hari Lubis

RIAU24.COM - JAKARTA - Pihak Kepolisian didesak untuk mengusut tuntas kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber saat tengah memberikan tausiyah di Kota Bandarlampung pada Minggu (13/9) kemarin. 

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis mengatakan, pihak Kepolisian harus melibatkan tim ahli jiwa dalam perkara ini. Hal itu dikarenakan banyak pelaku yang sengaja berencana melakukan pembunuhan kepada ulama selalu dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan.

Baca Juga: Boruto Chapter 50 Bahasa Indonesia Rilis, Isshiki Ternyata Tak Berani Bunuh Boruto, Amado Ungkap Fakta Mengejutkan


“Perlu diusut tuntas oleh pihak kepolisian RI dengan melibatkan tim ahli jiwa, oleh karena banyak dari para pelaku yang berencana membunuh ulama dan atau ustad melulu punya penyakit jiwa," ujar Damai Hari Lubis mengutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/9/2020). 

Pengacara Habib Rizieq Shihab ini pun mengaku heran para orang yang mengalami gangguan jiwa banyak yang melakukan percobaan pembunuhan atau penyerangan dengan tepat sasaran terhadap ulama maupun melakukan perusakan tempat ibadah. 

Baca Juga: Gagal Move On, Fans Kecewa Naruto Dihajar Isshiki di Bocoran Boruto Chapter 50, Warganet Pertanyakan Hagoromo

"Pertànyaan misterinya kenapa para penyakit jiwa ini bisa pilih target. Dan targetnya selalu ulama atau ustaz? Objek korban selalu pendakwah," heran Damai.
Damai pun meminta negara untuk melakukan kajian ilmiah atas banyaknya insiden seperti penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, di mana ada pengakuan pihak keluarga kepada kepolisian bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sejak empat tahun lalu. 

"Maka perlu tarik benang merahnya. Dibutuhkan kajian ilmiah apakah orang gila bisa didoktrin oleh orang lain untuk melakukan tindak kejahatan?" pungkas Damai. 
 

PenulisR24/put



Loading...
Loading...