Usut Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Mahfud MD Mengaku Kerahkan BIN Hingga Densus 88

Senin, 14 September 2020 | 15:36 WIB
Mahfud MD Mahfud MD

RIAU24.COM -  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku telah mengerahkan seluruh aparat keamanan, mulai dari BNPT, Densus 88, BIN, hingga Kepolisian untuk menyelidiki peristiwa penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber hingga tuntas.

"Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat, baik itu aparat keamanan, maupun intelijen, bahkan saya juga sudah meminta BNPT, kemudian juga Densus bahkan, saya minta agar BIN bersama Kepolisian. Saya sudah minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Mahasiswa Cirebon Mengikuti Program Pertukaran Seni Korea-Indonesia

Kepada semua aparat yang telah disebutkan, Mahfud memerintahkan agar melakukan pemetaan dan pemantauan. Serta, perlindungan penuh kepada dai, terutama para ulama.

Mahfud mengungkapkan, saat ini aparat masih menyelidiki latar belakang dan jaringan yang ada di belakang pelaku penusukan terkait beredarnya informasi pelaku mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, spekulasi akan terbukti ketika penyelidikan selesai karena pernyataan pelaku gangguan jiwa hanya berdasarkan ucapan keluarga.

"Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasar pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya, kita pasti akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak, itu nanti setelah diselidiki. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya seperti apa, keluarga melihatnya kayak apa, tetangganya melihatnya seperti apa, temen-temennya melihatnya seperti apa, baru kita bisa menyimpulkan dia sakit jiwa," tuturnya.

Baca Juga: Tak Terima Amerika Larang Tik Tok, China Akan Lakukan Aksi Pembalasan

"Oleh sebab itu sampai ini, kami atau pihak aparat terus menyelidiki bagaimana latar belakang dan apa jaringan yang ada di belakang anak ini," ucap Mahfud.

Menurut Mahfud, pemerintah berkewajiban melindungi kebebasan umat beragama, apapun itu pandangan politiknya. Pemerintah tak akan mampu membangun masyarakat tanpa adanya peran serta para ulama dan juru dakwah yang telah bekerja dengan ikhlas.

"Dai apapun pandangan politiknya, itu harus dilindungi kalau sedang berdakwah. Itu yang terpenting. Kita hidup ini, selama ini bangsa Indonesia, budaya-budaya yang baik itu, justru ditimbulkan oleh dakwah-dakwah para pendakwah kita yang telah bekerja dengan ikhlas," ujarnya.****

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...