Promosikan Wisata Kesehatan, Tourism Malaysia Medan Gelar Webinar

Rabu, 18 November 2020 | 20:12 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan koridor perjalanan terbatas bagi Indonesia atau yang biasa disebut ‘travel bubble’ pada tahun 2021 mendatang. Kebijakan ini akan diterapkan jika pemerintah Indonesia mampu menekan angka penyebaran COVID-19 secara signifikan.

Hal ini diungkapkan oleh Konsul Pelancongan Malaysia, Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa pada sesi web seminar Tourism Malaysia Medan “Malaysia Healthcare Promo 2020-2021” pada Jumat 13 November 2020. Tampil sebagai moderator webinar tersebut, Hishamuddin membuka webinar dengan penuh semangat dan optimis bahwa dunia pariwisata akan segera pulih.  

Baca Juga: Tutup November 2020, Harga Emas Batang Antam Tidak Berubah

Web Seminar Tourism Malaysia Medan “Malaysia Healthcare Promo 2020-2021” didukung oleh Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI), dan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) bersama beberapa rumah sakit ternama di Malaysia, seperti Sunway Medical Centre, Institut Jantung Negara (IJN), Regency Specialist Hospital Johor Bahru, Prince Court Medical Centre, dan KPJ Healthcare Berhad.

Tampil sebagai pembicara antara lain, Farah Delah, Direktur Market Development (Indonesia) Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Robby, Medan Representative Office Sunway Medical Centre Malaysia, Hizami Aizat, Country Manager Institut Jantung Negara (IJN), Quek Choon Yen, Assistant Director International Marketing Regency Specialist Hospital Johor Bahru, Mohd. Riza WD, Manager International Marketing Prince Court Medical Centre, dan Rismayani Puspita Sari, Senior Corporate Executive KPJ Healthcare Berhad

Acara ini juga diikuti 149 orang, diantaranya Konsul Malaysia di Pekanbau, Puan Wan Nurshima Wan Jusoh, Sekretaris ASITA Sumatera Utara, Surya Salim, Ketua ASTINDO Sumatera Selatan, Welly Gunawan, dan penggiat-penggiat industri pariwisata (ASITA, ASTINDO, ASPPI) dari berbagai daerah.

Setakat ini Pemerintah Malaysia memberlakukan persyaratan ketat bagi pasien asing yang ingin berobat ke Malaysia, seperti harus memiliki kondisi kesehatan yang sudah lulus tes PCR COVID-19 di 3 hari sebelum keberangkatan dan hanya untuk tujuan ke rumah sakit yang terdaftar di bawah keanggotaan MHTC.

Baca Juga: Menjelang Akhir 2020, Matahari Department Store Akan Tutup 6 Gerai

Pasien dari Indonesia yang ingin berobat ke Malaysia, dapat langsung menghubungi rumah sakit anggota MHTC dan jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi perwakilan MHTC Indonesia di alamat email [email protected] dan dapat menghubungi via whatsapp – 081289710029, pihak perwakilan  MHTC Indonesia dapat membantu memberikan info proses masuknya Wisatawan Kesehatan (Pasien) ke Malaysia. 

Dalam presentasinya, Direktur Market Development (Indonesia) Malaysia Healthcare, Farah Delah Suhaimi menjelaskan aturan dasar bagi masuknya wisatawan kesehatan (pasien) dari Indonesia untuk berobat dengan mengikuti SOP yang ditentukan yaitu: "Pasien dan pendamping wajib menjalani karantina 14 hari di rumah sakit yang dituju. Pasien dan pendamping wajib menjalani 3x test PCR/swab (tes ke-1, 3 hari sebelum tiba di Malaysia, tes ke-2 saat tiba di Malaysia dan tes terakhir di hari ke-13 karantina). 

Untuk pasien dewasa diperkenankan 1 orang pendamping, pasien anak-anak/pediatrik dibawah usia 12 tahun diperkenankan maksimal 2 orang pendamping. Untuk moda transportasi yang dibenarkan untuk saat ini adalah pesawat khusus/private jet atau ambulans udara dan chartered kapal feri. Rumah sakit anggota MHTC akan menyediakan transportasi langsung dari terminal kedatangan sampai menuju ke rumah sakit”, jelasnya. ****

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...