Rektor ini Menduga Pangdam Jaya dapat Perintah Turunkan Baliho HRS

Sabtu, 21 November 2020 | 11:03 WIB
Musni Umar Musni Umar

RIAU24.COM - Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan, baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) yang bertebaran di Jakarta dan sekitarnya merupakan inisiatif masyarakat sendiri. Inisiatif yang datang dari rasa cinta kepada HRS.

“Baliho HRS yang dipasang di berbagai sudut jalan merupakan inisiatif masyarakat. Mereka urungan dana untuk buat baliho. Mereka pasang dan jaga baliho,” tulis Musni Umar di akun twitternya, dikutip Sabtu (21/11).

Baca Juga: Satpol-PP Pekanbaru Ungkap Razia Tempat Maksiat di Pekanbaru Terus Berlanjut

Musni Umar mengatakan, seharusnya Pangdam Jaya tidak terlibat dalam penurunan baliho HRS. Sebab itu bukan tupoksi TNI. Musni menduga, Pangdam mendapat perintah.

“Pangdam Jaya tahu tupoksinya, saya duga beliau diperintah. Jangan terprovokasi, tetap sabar. Dialog dan rekonsiliasi solusi permanen,” papar Musni.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi I, Fadli Zon mengatakan, pemasangan baliho HRS sudah biasa ditemui di Jakarta hingga di Bogor. Masyarakat tidak merasa terganggu dengan hal itu.

“Di Dapil saya di Kabupaten Bogor, sangat biasa warga memasang baliho untuk pengumuman Maulid Nabi atau peringatan hari-hari besar Islam,” ujar Fadli Zon.

Baca Juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru Langsung Sidang di Tempat, Begini Penampakannya

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengaku memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab. Kata dia, FPI seolah tidak mau diatur.

“Menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya,” ujar Mayjen Dudung, Jumat (20/11).

Dudung mengatakan semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia. Bahkan, Dudung menyebut, apabila FPI tidak taat terhadap hukum, bisa dibubarkan.

“Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja.” Tegasnya.

PenulisR24/put



Loading...
Loading...