Ikut Dalam Rombongan Edhy Prabowo Tapi Tak Ditahan KPK, Ngabalin: Saya Bukan Pengguna Anggaran

Rabu, 25 November 2020 | 18:36 WIB
Ali Mochtar Ngabalin (net) Ali Mochtar Ngabalin (net)

RIAU24.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, mengakui ikut dalam rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat. Hanya saja, setiba di Tanah Air, dini hari tadi, ia tidak ditangkap dan hanya menyaksikan penangkapan terhadap Eddy yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korups (KPK

Baca Juga: Jangan Sampai Masuk Neraka, Menurut Islam Ini Posisi Hubungan Suami Istri yang Benar

"Dari Hawai itu tidak bisa langsung ke Jakarta. Regulasinya nyuruh untuk kembali ke Amerika Serikat. Makanya kita ke San Fransico itu hanya tidur saja. Kemudian pagi-pagi subuh kita terbang dari San Fransisco kembali ke Jakarta. Begitu. Jadi Bang Ali sendiri alhamdulillah sekarang ada di rumah. Tadi habis live zoom Rakor dengan Polisi Khusus KKP," kata Ali Ngabalin mengutip dari Viva, Rabu, 25 November 2020.

Ali melihat para personel KPK memeriksa tim rombongan dari Kementerian Perikanan. Dia juga awalnya tidak sempat mengetahui bahwa yang mendekat ke rombongan adalah tim dari KPK. Ali juga mengaku tidak dimintai keterangan oleh para penyidik komisi anti-rasuah itu.

"Bang Ali kan bukan pejabat pembuat komitmen, bukan pejabat pengguna anggaran," kata Ali yang juga menjabat Pembina pada Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Kami pisah tadi di bandara. Kami pisah karena kan tadi kan Bang Ali tanya, mereka kemukakan bahwa ‘Pak Ngabalin di sini saja’. Itu isyarat untuk kita pisah rombongan," sambung Ali.

Atas peristiwa itu, Ali melihat Menteri Edhy sangat kooperatif. Di luar dugaan kasus yang disangkakan kepada sang menteri, Ali Ngabalin pun memuji kerja keras Edhy Prabowo.

Baca Juga: Pakai Baju Kuning Aura Kasih Foto Dibawah Pohon Kamboja, Netizen: Cantik Alami, Menggoda Iman

Menurut Ngabalin, kegiatan Edhy selama di negara Paman Sam menjajaki kerja sama budidaya udang dan menemui nelayan asal Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera AS.

"Yang abang sendiri menyaksikan luar biasa ini. Ini lobi yang dilakukan oleh Pak Edhy kan membuka ruang komunikasi internasional,"ujar Dia. 

 

PenulisR24/riko


Loading...
Loading...