Melihat Dari Rilis Bank Dunia, Himpunan Mahasiswa Bantan-Bengkalis Evaluasi Kinerja Pemerintahan Jokowi

Minggu, 03 Januari 2021 | 14:33 WIB
Ketua Hipematan-B M. Al Faruq Ketua Hipematan-B M. Al Faruq

RIAU24.COM - BENGKALIS - Himpunan Mahasiswa Bantan-Bengkalis (Hipematan-B) evaluasi kinerja Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Hipematan-B Muhammad al-Faruq, melalui rilisnya kepada media ini, Minggu 3 Januari 2021.

"Kami melihat dari rilis bank dunia Indonesia, bahwa saat ini terjadi peningkatan hutang luar negeri. Dengan bertambahnya peningkatan hutang membuat ekonomi nasional makin hari makin parah. Dan Indonesia masuk 10 besar negara negara berpendapatan rendah dan menengah serta memiliki hutang terbesar pada tahun lalu,"ujar M. al-Faruq.

Baca Juga: Selain Tukang Ojek Dan Becak, Pekerja Bangunan Juga Mendapat Sasaran Jumat Berbagi DPD II Partai Golkar

Menurutnya, hutang Indonesia mencapai 402.08 m dolar as atau sekitar Rp 5.900 T dengan nilai tukar 14.732 perdolar as. Kemudian menurut IDS Indonesia rangking 6 dari 10 negara lain yang masuk rilis menurut IDS tersebut.

"Hutang luar negeri Indonesia hutang dalam katagori hutang jangka panjang kemudian dalam kondisi ini juga tentu menjadi suatu pertanyaan yang besar bagi seluruh rakyat Indonesia bagaimana cara pemerintahan untuk menanggulangi hutang tersebut,"ujarnya.

Tentunya, lanjut Al-Faruq, ketakutan semacam ini lah dengan kemudian menjadi perhatian kita bersama. Negara Indonesia tentunya sudah paham pada tahun 1998 krisis moneter yang di rasakan dihubungkan kondisi kekinian Indoensia dengan mengalami kondisi  yang tak normal dikarenakan pandemi covid-19.

Baca Juga: Hanya Satu Kapal Roro Yang Melayani, Antrian Panjang Hingga Ke Jalan Poros

"Dalam hal ini, negara harus cerdas mengelurakan kebijakan agar stabilitas negara Indonesia terjamin. Bukan menjadi rahasia umum lagi negara Indonesia saat ini sedang sulit itu di tandai dengan mencuatnya pres rilis bank dunia indonesia masuk 10 besar negara pendapatan rendah dan menengah,"ucapnya lagi 

"Dan negara terlibat hutang paling besar. Bahkan indoensia hanya mampu bayar bungganya saja. Kami mendorong terhadap pak presiden Jokowidodo untuk memperhatikan ini jangan diam segera buat langkah kongkirt agar ini bisa teratasi,"ujarnya lagi.

Kemudian Ketua bidang Advokasi dan Propaganda isu Hipematan-B, Asnawi mengatakan kami adalah organisasi kecamatan tapi kami mampu berbicara baik skala daerah, atau bahkan Nasional terkait hutang mohon kepada bapak presiden RI harus cepat tanggap jangan sampai negara ini akan kalab.

"Dalam waktu dekat kami dari himpunan pelajar mahasiswa Bantan HIPEMATAN-B)akan turun ke jalanan dan mengajak seluruh lintas organisasi serupa untuk mengkaji dan melakukan pergerakan menyuarakan isu ini,"pungkasnya.

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...