Amnesty International Sebut 6 Anggota FPI adalah Korban Pembunuhan Polisi

Sabtu, 09 Januari 2021 | 15:34 WIB
Usman Hamid (net) Usman Hamid (net)

RIAU24.COM - Amnesty International Indonesia menilai enam anggota laskar FPI yang tewas adalah korban pembunuhan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Karena Hal ini, Polisi Berhentikan Kasus Raffi Ahmad Pesta Usai Divaksin

“Dari temuan penyelidikan Komnas HAM, kami menyimpulkan bahwa enam anggota FPI yang tewas adalah korban pembunuhan di luar proses hukum oleh aparat keamanan,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengutip dari Tempo. co. Sabtu 8 Januari 2021.

Usman menilai, meski enam anggota laskar FPI tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum, tetapi mereka tidak seharusnya diperlakukan demikian.

Enam anggota laskar FPI itu tetap memiliki hak ditangkap dan dibawa ke persidangan untuk mendapat peradilan yang adil demi pembuktian, apakah tuduhan tersebut benar.  

"Aparat keamanan tidak berhak menjadi hakim dan memutuskan untuk mengambil nyawa begitu saja. Karena itu kami menilai kasus ini adalah tindakan extrajudicial killings," ucap Usman.

Maka itu, Usman mendesak hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) penting untuk segera ditindaklanjuti. Sebab, hal tersebut dapat memastikan proses akuntabilitas.

Baca Juga: Tidak Hanya Melamar, Vicky Prasetyo Siapkan Kejutan untuk Kalina Oktarani

Usman juga meminta anggota yang diduga terlibat dalam tindakan extrajudicial killing tersebut harus dibawa ke pengadilan pidana secara terbuka. "Tentunya dengan memperhatikan prinsip fair trial dan tanpa menerapkan hukuman mati," kata dia.

 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...