Menu

Kisah Para Keluarga dan Teman-Teman Para Penumpang Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air : Kami Berharap Mereka Masih Hidup

Devi 11 Jan 2021, 08:46
Foto : SuaraSumut
Foto : SuaraSumut

RIAU24.COM -  Keluarga dan teman-teman penumpang Sriwijaya Air penerbangan SJ 182 yang jatuh ke Laut Jawa segera setelah lepas landas pada hari Sabtu telah berbicara tentang insiden mematikan tersebut, mengatakan mereka masih memiliki harapan bila orang yang mereka nantikan masih hidup.

Lima anggota keluarga Yudi Qurdani termasuk di antara 62 orang di dalam pesawat - menurut manifes penerbangan - yang kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara hanya empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.

Tujuan pesawat adalah Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat di pulau Kalimantan, sekitar 740 km (460 mil) jauhnya.

Paman Qurdani Toni Ismail, bibi Rahmawati, dan sepupu Ratih Windania ikut terbang kembali ke Pontianak dari liburan keluarga di Bandung di Jawa, bersama dengan putri Ratih, Yumna Fani Syatuzahr yang berusia empat tahun. Keponakan Qurdani yang berusia delapan tahun Athar Rizki Riawan juga ikut bepergian bersama mereka, meski orang tuanya tetap tinggal di Pontianak.

Mereka bahkan tidak seharusnya berada di pesawat. "Mereka membeli tiket untuk terbang kembali ke Pontianak pada [Sabtu] pukul 7 pagi dengan NAM Air," kata Qurdani kepada Al Jazeera.

“Tapi malam sebelumnya, maskapai memberi tahu kami bahwa penerbangan diubah menjadi 13:30 dan itu akan menjadi pesawat Sriwijaya Air. Mereka hanya melakukan apa yang diperintahkan dan pergi ke bandara pada sore hari. ”

Halaman: 12Lihat Semua