Kecelakaan Pesawat di Indonesia: Gambar Mengerikan Ransel Anak-anak Marvel Terlihat di Reruntuhan

Selasa, 12 Januari 2021 | 11:36 WIB
Foto : Dailystar Foto : Dailystar
<p>RIAU24.COM -  Gambar tas ransel anak terlihat di reruntuhan pesawat Indonesia yang jatuh oleh penyelam laut dalam di dasar lautan. Seluruh 62 orang dalam penerbangan Sriwijaya Air tewas dengan sisa-sisa manusia ditemukan di antara puing-puing. Korban pertama telah diidentifikasi sebagai Okky Bisma, seorang pramugari berusia 29 tahun, yang diidentifikasi dengan sidik jarinya.

Tas ransel anak-anak Marvel termasuk di antara barang-barang pribadi yang ditemukan dengan 10 anak di dalam pesawat yang hancur itu. Mereka percaya mereka tahu di mana kotak hitam itu berada yang bisa menjadi kunci untuk membuka kunci mengapa pesawat itu jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota Indonesia, Jakarta pada hari Sabtu.

Baca Juga: Setahun Setelah Penguncian, Para Pembangkang di Wuhan Semakin Terisolasi



Rekaman dari lokasi kecelakaan menunjukkan penyelam memilah-milah puing-puing dari Boeing 737-50, yang jatuh 10.000 kaki ke dalam air.

Sekitar 2.600 personel kini terlibat dalam upaya pemulihan besar-besaran. Semua korban dalam penerbangan domestik menuju Pontianak di pulau Kalimantan adalah orang Indonesia. Seorang penyelidik di Komite Transportasi Nasional Indonesia mengatakan pesawat itu mungkin pecah ketika menabrak air berdasarkan puing-puing yang ditemukan sejauh ini.

Nurcahyo Utomo mengatakan: “Kita belum tahu pasti, tapi kalau kita lihat puing-puingnya, tersebar di daerah yang tidak terlalu luas. Itu mungkin pecah ketika menghantam air karena jika meledak di udara, puing-puingnya akan tersebar lebih luas."

Pilot pesawat itu adalah Kapten Afwan, mantan pilot angkatan udara berusia 54 tahun dan ayah tiga anak. Sebelum penerbangan ia meminta maaf kepada ketiga anaknya karena harus meninggalkan mereka lagi, kata keponakan Ferza Mahardhika kepada BBC.

Baca Juga: Tak Terkenal, Tapi Kelompok Ini Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Besar di Ibukota Arab Saudi

Dia berkata: "Dia orang yang sangat baik. Dia sering memberi nasehat, nasehat bijak. Dia adalah seorang tokoh terkemuka di lingkungannya dan terkenal karena kebaikannya. Aku sedih, hatiku hancur dan tidak percaya ini terjadi. Tolong doakan paman dan keluarga kami."

Indonesia memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk. Tragedi terbaru terjadi lebih dari dua tahun setelah sebuah pesawat Lion Air jatuh ke laut, menewaskan 189 orang di dalamnya.

Ada 697 kematian pada pesawat Indonesia selama dekade terakhir termasuk pesawat militer dan pribadi, menjadikannya pasar penerbangan paling mematikan di dunia - melampaui Rusia, Iran dan Pakistan - menurut Jaringan Keselamatan Penerbangan.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...