Harga Sawit di Riau Naik, Berikut ini Penjelasanya

Selasa, 19 Januari 2021 | 12:01 WIB
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja

RIAU24.COM - Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja menjelaskan tentang adanya kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kepala sawit di Riau.

Untuk diketahui, harga sawit di Riau jika dibandingkan periode sebelumnya naik 5,07/Kg atau mencapai 0,22 % dari harga minggu lalu. Sehingga, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 2.303,02/Kg.

Dia menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya kenaikan harga tersebut. Dari faktor internal, kata Defris, naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

Baca Juga: PWI Riau Gelar Silaturahmi dengan Kakan Imigrasi Pekanbaru

Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 145,78/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 55,12/Kg, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 300,00/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 60,55/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp 204,20/Kg dari harga minggu lalu.

"Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 183,63/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 333,00/Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 303,51/Kg dari harga minggu lalu," rincinya.

Sementara dari faktor eksternal, naiknya harga TBS minggu ini karena memasuki kontrak perdagangan periode yang baru, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengalami kenaikan. 

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Provinsi Riau, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

Kontrak futures (berjangka) yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange tersebut naik 0,5% di awal pekan ini. Kontrak yang berakhir Maret sudah kadaluwarsa. Kontrak pengiriman tiga bulanan sudah masuk periode April 2021.

"Saat ditransaksikan harga kontrak tersebut naik ke level RM 3.335/ton. Jelang berakhirnya kontrak berjangka, harga suatu komoditas biasanya mengalami penurunan mendekati harga komoditas aslinya. Kontrak futures biasanya ditransaksikan di harga yang lebih tinggi (premium) terhadap harga komoditas fisiknya," tutupnya.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...