Google Hapus 164 Aplikasi Dari Play Store, Ini Alasannya...

Selasa, 19 Januari 2021 | 13:27 WIB
Foto : Teknologi.id Foto : Teknologi.id
<p>RIAU24.COM -  Google kembali harus menendang sejumlah aplikasi yang mengganggu penggunanya dengan serangan iklan. Total 164 aplikasi telah dihapus oleh Perusahaan dari toko aplikasi Play Store.

Semua aplikasi ini menayangkan iklan pada pengguna seluler secara masif dan di luar konteks. Istilah periklanan di luar konteks sebenarnya mengacu pada iklan yang ditayangkan di ponsel yang menampilkan sembulan di layar tetapi terpisah dari aplikasi default.

Baca Juga: Pengamat Sebut Janji Jokowi Atasi Banjir Hanya Omong Kosong: Sampai Hari Ini Tidak Terbukti

Tentunya hal ini membuat pengguna jengkel dan tidak nyaman. Ini bukan pertama kalinya Google melakukan ini.

Sebelumnya, pada Februari 2020, Google telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang iklan tampil di luar konteks. Berdasarkan laporan dari perusahaan, pengguna tidak dapat mendeteksi sumber iklan. Tak hanya itu, sejumlah aplikasi yang dihapus Google juga dapat membuka sistem perangkat Android melalui spam.

Pada Juni 2020, Google menghapus 38 aplikasi. Sementara itu, pada bulan Oktober, Google menghapus 240 aplikasi dari Play Store.

White Ops-lah yang menemukan sejumlah aplikasi ini. Sebagai informasi tambahan, White Ops merupakan agen keamanan yang mendeteksi bot dan penipuan melalui iklan. Perusahaan mengklaim bahwa 164 aplikasi yang ditindak oleh Google berada dalam kelompok yang berbeda dengan temuan aplikasi serupa pada bulan Juni dan Oktober tahun lalu.

Sebelum perusahaan melaporkan temuannya ke Google, White Ops mengumumkan bahwa aplikasi telah diunduh 10 juta kali. Melalui laman resminya, perusahaan menampilkan temuan dari seluruh daftar aplikasi.

Baca Juga: Isuzu Panther Pensiun 2021, Ini 4 Generasi yang Pernah Hadir di Indonesia

Saat meluncurkan ZDNet, sebagian besar aplikasi ini meniru aplikasi populer yang sudah ada. Mereka juga menyalin fungsi dan nama aplikasi lain untuk pengunduhan cepat.

White Ops mengungkapkan bahwa aplikasi yang paling banyak diunduh adalah iSwipe Phone X yang memiliki unduhan sebanyak 5 juta kali. Selain itu, terdapat aplikasi 3D Photo Editor yang sudah diunduh sebanyak 50 ribu kali. Ringtone Maker - Mp3 Cutter sebanyak 1 juta unduhan. Dan terakhir, App Lock New 2019 - Privacy Zone & Lock Your Apps telah diunduh 1 juta kali.

White Ops mengimbau pengguna untuk lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi agar ponselnya tidak dibombardir dengan iklan di luar konteks. Apalagi aplikasinya berasal dari sumber tidak resmi atau terpercaya alias palsu.

“Lihat reviewnya, jangan hanya melihat review bintang 5 tapi juga melihat reviewnya yang berbintang 1 dan 2. Merekalah yang akan memposting iklan yang tidak pantas dan akan memperingatkan Anda jika ada yang tidak beres, "kata White Ops seperti tertulis di situs resminya.

Meskipun aplikasi tersebut telah dihapus dari toko aplikasi Google Play Store, namun pengguna yang telah mengunduh aplikasi tersebut diharapkan dapat segera menghapusnya secara manual melalui smartphone miliknya.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...