Keji, Perampok Ini Menyamar Sebagai Seorang Kurir, Menutup Mulut Bayi Berusia 2 Bulan Dengan Lakban dan Menyembunyikannya Dalam Kotak

Jumat, 19 Februari 2021 | 11:03 WIB
Foto : Solo Pos Foto : Solo Pos
<p>RIAU24.COM - Dengan banyak dari kita yang beralih untuk belanja online, untuk melindungi kesehatan selama pandemi, Anda akan sering melihat petugas pengiriman berkeliaran. Oleh karena itu, penting untuk memverifikasi bahwa orang yang muncul di depan pintu Anda, adalah seorang petugas pengiriman.

Seorang politisi bernama Ong Ah Teong, melalui halaman Facebook-nya mengisahkan perampokan yang terjadi setelah dua pria menyamar sebagai pengantar barang di Penang.

Baca Juga: Polisi Lakukan Pemeriksaan Terhadap Model Cantik Alesya Kafelnikova Asal Rusia yang Nekat Foto Telanjang Di Punggung Gajah


Ia menulis, “Untuk diketahui dan diperhatikan semua orang, belum lama ini terjadi perampokan di sebuah rusun yang terletak di Batu Lancang. Para perampok, dua pria, menyamar sebagai kurir dari platform penjualan online. Begitu memasuki rumah, mereka menodongkan pisau dan mengancam korban, seorang ibu rumah tangga dengan anak-anaknya yang berusia dua tahun dan dua bulan.”

Korban yang ketakutan menyerahkan perhiasannya sebelum perampok meminta lebih banyak uang dan mengancam akan membunuh anak korban, seorang bayi berusia dua bulan, jika dia melapor ke polisi.

Baca Juga: Kisah Mengerikan Para Pembantu Rumah Tangga di Singapura, Dipukuli dan Disiksa Sampai Tewas Secara Mengenaskan

Setelah perampok pergi, dia menyadari bahwa bayinya hilang dan menelepon suaminya.

“Ketika suaminya kembali, mereka mencari bayi di rumah tersebut selama 30 menit tetapi gagal. Saat mereka berencana untuk melapor ke polisi, suami korban mendengar suara bayi menangis dan pergi mencari, dan mereka menemukan bayi tersebut disembunyikan di dalam sebuah kotak di dalam ruangan kosonga dengan mulut tertutup dengan sapu tangan dan pita perekat, ”tambahnya. .

Mereka telah melapor ke polisi di kantor polisi Jelutong.

 

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...