Sebut Kubu Moeldoko Buat Keonaran, AHY Tegaskan Enggan Minta Maaf ke Jokowi

Senin, 05 April 2021 | 13:04 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

RIAU24.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan jika dia tidak akan meminta maaf kepada Jokowi dan Pemerintah seperti yang diminta oleh relawan Jokowi.

Dilansir dari Detik.com, AHY justru mendesak kubu Moeldoko yang meminta maaf karena dianggap telah membuat onar.

Meski demikian, AHY menilai pihaknya tak perlu meminta maaf usai pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Kubu Moeldoko.

"Yang kami lakukan adalah melakukan klarifikasi ke pemerintah sehingga tak perlu meminta maaf," ujar AHY, Ahad, 4 April 2021.

Baca Juga: Sebut Siti Badriah Penyanyi Dangdut Suara Terjelek, Lesti Kejora Diserang Lucinta Luna

Dijelaskan AHY, Partai Demokrat tidak pernah menuduh pemerintah dalam kisruh partainya. Justru sebaliknya, pihaknya sejak awal menyurati Presiden Jokowi agar tidak terkena fitnah.

"Sejak awal tak ada secara resmi kami menuduh pemimpin atau pemerintah. Kami justru berkirim surat ke Presiden Jokowi agar tak terkena fitnah terkait KLB," terangnya.

AHY juga mengaku menjadi pihak yang pertama kali mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi usai pemerintah menolak hasil KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko. Keputusan pemerintah itu dinilainya sudah tepat.

"Saya tanggal 31 Maret kemarin setelah mendengar penjelasan Kemenkumham terkait KLB, langsung berkirim pesan ke Presiden mengucapkan terima kasih. Keputusan tersebut merupakan kabar baik bagi demokrasi di Indonesia," imbuhnya.

Baca Juga: Puan Maharani dan Prananda Prabowo Kembali Digadang-gadang Akan Menjadi Nahkoda Baru PDIP

AHY menilai, permintaan maaf kepada pemerintah semestinya dilakukan oleh pihak-pihak yang menggelar KLB Partai Demokrat di Deli Serdang. Karena, mereka dinilai telah membuat keonaran dan mempertontonkan politik yang buruk.

"Yang seharusnya minta maaf itu pihak KLB karena membuat keonaran dan mempertontonkan politik yang tidak pantas," ungkap AHY.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...