Lagi, Israel Dituding Terlibat Penyerangan Kapal Milik Iran di Laut Merah

Rabu, 07 April 2021 | 08:33 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM Israel disebut-sebut sebagai aktor di balik penyerangan kapal berbendera Iran 'Saviz' di Laut Merah lepas pantai Eritrea. Serangan itu dilaporkan terjadi pada Selasa (6/4) malam.

Beberapa jam sebelumnya, Iran mengadakan pembicaraan putaran pertama dengan kekuatan Barat di Wina dalam upaya untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, seperti dikutip RMOl dari Anadolu Agency, Rabu (7/4).

Baca Juga: Kelelahan Usai Menunggu Antrian di Bandara Selama Tujuh Jam, Video Seorang Perempuan yang Pingsan Ini Jadi Viral

Laporan awal menunjukkan bahwa kapal pengintai intelijen Saviz, yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, menjadi sasaran ranjau magnet, meskipun para pejabat di Teheran belum mengomentari insiden tersebut.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di dekat Yaman, memicu spekulasi bahwa kapal itu mungkin digunakan untuk mendukung pemberontak Houthi di negara yang dilanda perang itu.

Laporan di media Iran mengklaim bahwa insiden itu dipicu oleh ledakan ranjau limpet yang terpasang di kapal, yang telah ditempatkan di Laut Merah selama beberapa tahun "membantu pasukan angkatan laut Iran" yang dikirim dalam misi pengawalan kapal komersial.

Ketegangan antara Iran dan musuh lamanya Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintahan baru Presiden Joe Biden di Washington menyatakan kesediaannya untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Teheran.

Baca Juga: Tak Percaya Dengan Covid-19, Pria Ini Akhirnya Meninggal Karena Virus Usai Mengadakan Pertemuan Ilegal di Rumahnya 

Di masa lalu, kedua belah pihak dalam banyak kesempatan menuduh satu sama lain melakukan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut. 

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi tentang insiden terbaru dari Tel Aviv. 

Sementara, Juru Bicara Pentagon Komandan Jessica L. McNulty mengomentari insiden tersebut dengan mengatakan: "Kami mengetahui laporan media tentang insiden yang melibatkan Saviz di Laut Merah. Kami dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada pasukan AS yang terlibat dalam insiden tersebut. Kami tidak memiliki informasi tambahan," katanya.***

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...