Menu

Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah

Devi 17 Apr 2026, 08:01
Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah
Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah

RIAU24.COM -  Pemerintah Indonesia memilih untuk tidak khawatir apakah kesepakatan minyak mentah Rusia yang baru akan merusak hubungannya dengan Amerika Serikat, dengan alasan hubungan baik Jakarta dengan kedua negara tersebut. 

Jakarta baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan Rusia mengenai pasokan minyak mentah dan gas petroleum cair (LPG) setelah pembicaraan tingkat tinggi di Moskow. Kesepakatan tersebut tercapai di tengah memburuknya hubungan Moskow-Washington akibat apa yang disebut "operasi militer khusus" Rusia di Ukraina, dengan AS menjatuhkan sanksi kepada raksasa minyak Rusia karena mendanai perang Kremlin melawan Kyiv.

“Kami memiliki hubungan yang sangat matang dengan AS. Begitu pula dengan hubungan kami dengan Rusia. Masih ada ruang yang sangat besar untuk kerja sama. Jadi [kesepakatan dengan Rusia] tidak akan memengaruhi [hubungan dengan AS],” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis.

Berdasarkan kesepakatan tarif yang dicapai dengan pemerintahan Donald Trump pada bulan Februari, Indonesia telah berjanji untuk memfasilitasi impor minyak mentah AS senilai 4,5 miliar dolar AS dan LPG senilai 3,5 miliar dolar AS. Jakarta tidak melihat ada yang salah dengan membeli energi Rusia meskipun ada janji miliaran dolar dari AS, yang mengisyaratkan upaya diversifikasi di tengah krisis bahan bakar global. 

“Ini untuk mendiversifikasi sumber guna membangun keamanan energi nasional. Kepentingan nasional kita adalah prioritas,” kata Nabyl.Peta

Halaman: 12Lihat Semua