Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah
Menteri Energi Bahlil Lahadalia tetap bungkam mengenai detailnya ketika ditanya tentang minyak mentah Rusia dan LPG dalam konferensi terpisah. Ia mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut mencegahnya untuk membocorkan jumlahnya.
“Kebijakan luar negeri kami yang bebas dan aktif meluas ke bidang ekonomi. Kami bebas membeli [energi] di mana saja selama kami tetap berkomitmen pada kesepakatan yang telah kami buat, termasuk kesepakatan dengan AS,” kata Bahlil.
Perang Iran telah menyebabkan banyak negara — termasuk Indonesia — kesulitan mencari bahan bakar. Iran telah menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi seperempat perdagangan minyak mentah global melalui laut, sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari. Penutupan tersebut menyebabkan dua kapal tanker Indonesia terjebak selama hampir dua bulan. Nasib mereka masih belum jelas setelah Trump mengancam akan melakukan blokade Hormuz.
Nabyl mengatakan Indonesia telah menerima "sinyal positif" dari Iran untuk jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, Indonesia harus memastikan bahwa semuanya siap dari "sudut pandang teknis, termasuk asuransi", agar kapal dapat melewati jalur air yang sempit itu dengan aman.
Negosiasi masih berlangsung untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu saat ini hingga melewati tanggal berakhirnya, yang jatuh pada 22 April. Patokan harga minyak mentah global Brent mencapai $95 per barel pada hari Kamis setelah terus menembus angka $100 selama bentrokan berlangsung. ***