Joe Biden Sebut Pembantaian Armenia sebagai Genosida, Presiden Erdogan Ngamuk

Rabu, 28 April 2021 | 11:09 WIB
ilustrasi google ilustrasi google

RIAU24.COM -  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Presiden Joe Biden untuk menarik deklarasinya mengenai pembantaian orang-orang Armenia di Kekaisaran Ottoman pada tahun 1915 sebagai genosida.

Presiden Erdogan menganggap ucapan Biden terkait apa yang disebutnya genosida sebagai langkah mengecewakan yang bisa berdampak pada hubungan bilateral.
Baca Juga: Alasan Israel Gempur Jalur Gaza Terkuak, Ini Jawabannya


Turki merasa deklarasi Biden terhadap pembantaian itu telah membuka luka mendalam. Erdogan mengomentari deklarasi Biden akan menghambat hubungan, ia juga menyarankan Amerika Serikat untuk berkaca.

"Presiden AS telah membuat pernyataan yang tidak berdasar, tidak adil dan tidak benar tentang peristiwa menyedihkan di geografi kami lebih dari seabad lalu," kata Erdogan setelah rapat kabinet.

Dia juga mengecam AS karena gagal menemukan solusi untuk konflik puluhan tahun antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh - di mana Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis menjadi mediator - dan mengatakan Washington telah berdiri diam ketika pembantaian terjadi.

Baca Juga: Tokoh-tokoh Yang Serukan Solidaritas Terhadap Palestina
"Jika Anda mengatakan genosida, maka Anda perlu melihat diri Anda sendiri di cermin dan membuat evaluasi. Penduduk asli Amerika, saya bahkan tidak perlu menyebutkan mereka, yang terjadi sudah jelas. Sementara semua kebenaran ini ada di luar sana, Anda tidak bisa menyematkan tuduhan genosida pada orang-orang Turki," katanya, merujuk pada perlakuan terhadap Penduduk asli Amerika oleh pemukim Eropa.

Pembunuhan orang-orang Armenia itu terjadi di masa memudarnya Kekaisaran Ottoman, cikal bakal Turki modern.

Tapi masalah ini sangat sensitif, Turki menolak menyebutnya genosida.

Pemerintah AS sebelumnya belum menggunakan istilah genosida dalam pernyataan resmi di tengah kekhawatiran akan merusak hubungan dengan Turki, sekutu NATO.

Sebelumnya, pernyataan Biden, yang dirilis saat Armenia memperingati dimulainya pembunuhan massal, mengatakan: "Kami mengingat kehidupan semua orang yang tewas dalam genosida Armenia era Ottoman dan berkomitmen kembali untuk mencegah kekejaman seperti itu terjadi lagi. Dan kami ingat agar kami tetap waspada terhadap pengaruh korosif dari kebencian dalam segala bentuknya."

Presiden Biden mengatakan niatnya adalah "bukan untuk menyalahkan tetapi untuk memastikan bahwa apa yang terjadi tidak pernah terulang".

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...