Sadis, Ulama Kharismatik Ini Ditembak Mati Saat Sedang Laksanakan Sholat Isya

Senin, 03 Mei 2021 | 13:19 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM -  Seorang pria bersenjata menembak mati ulama senior saat sedang menunaikan Sholat Isya di masjid utama di Kota Beni, Republik Demokratik Kongo. Ulama bernama Syekh Ali Amini itu meninggal seketika akibat tembakan bertubi-tubi yang dilepaskan pelaku.

Syekh Ali Amini dikenal sebagai ulama berpengaruh sekaligus pengkritik gerakan milisi Islam di wilayah tersebut. Khotbah-khotbahnya disiarkan oleh stasiun radio setempat.

Baca Juga: Semakin Mengerikan, India Kembali Pecahkan Rekor Kematian Tertinggi Akibat COVID-19 Dalam 1 Hari

Dilansir reuters, bagian timur Republik Demokratik Kongo dilanda krisis keamanan yang parah. Banyak kelompok bersenjata beroperasi di sana, sebagai lanjutan dari konflik yang mencengkeram wilayah tersebut pada 1990-an.

Penembakan Syekh Amini yang terjadi Sabtu (1/5/2021) lalu membuat publik di Beni terhenyak. Bagaimana tidak, peristiwa memilukan itu terjadi di tengah Bulan Suci Ramadhan.

Seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka di Beni, Stewart Muhindo mengatakan, peristiwa ini adalah pembunuhan ulama pertama di kota berpenduduk 200.000 jiwa itu.

"(Pembunuhan) itu terjadi pada pukul 19.15 saat Shalat Isya. Tembakan di dalam masjid mengenai imam. Lelaki bersenjata itu melarikan diri bersama rekannya yang menunggu di luar masjid dengan membawa sepeda motor,” kata Muhindo kepada BBC

Baca Juga: Babe Cabita Ikut Dukung Save Palestina, Netizen Langsung Bilang Begini

Masih belum jelas siapa dalang di balik serangan itu. Akan tetapi, menurut pantauan media Barat, sebagian besar kekerasan di daerah itu dilakukan oleh kelompok pemberontak Allied Democratic Forces (ADF).

ADF dibentuk lebih dari 20 tahun yang lalu di negara tetangga Uganda. Akan tetapi, mereka kemudian pindah ke bagian timur RD Kongo setelah diusir oleh militer Uganda.

Kelompok tersebut telah meningkatkan serangan terhadap warga sipil sejak tentara RD Kongo melancarkan serangan terhadap ADF pada Oktober 2019. Hampir 200 orang telah tewas oleh ADF sejak Januari, menurut laporan PBB.***

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...