5 Fase yang Harus Dilalui Seorang Wanita Setelah Putus Cinta

Minggu, 09 Mei 2021 | 06:24 WIB
Foto : VOI Foto : VOI

RIAU24.COM -  Bagi wanita, putus cinta adalah momen tersulit yang harus dilalui. Setelah memutuskan berpisah dari pasangan, rasanya hari-hari suram dan lesu, ingin menangis dan merenung di kamar sepuasnya, kurang nafsu makan, dan enggan beranjak.

Ya, berpisah terkadang membawa luka tersendiri. Apalagi jika Anda dan pasangan harus berpisah dengan cara yang tidak terduga, misalnya ada perselingkuhan atau mungkin pertentangan keluarga.

Merasa sedih dan patah hati setelah putus cinta adalah hal yang normal dan normal. Namanya juga berpisah dengan orang yang dicintai, bukan?

Baca Juga: Ibunya Tewas Akibat Overdosis, 2 Anak Ini Terkurung Kelaparan dalam Rumah dan Tewas

Ada beberapa fase yang cukup sering terjadi pada wanita setelah putus cinta, berikut ini daftarnya:

Kebingungan
Detik-detik pertama Anda putus dengan pasangan, biasanya Anda akan mulai memasuki fase kebingungan. Saat ini perasaan sangat campur aduk, antara merasa bersalah, menyesal, ragu apakah berpisah adalah keputusan yang tepat, masih berharap bisa memperbaiki hubungan, tetap ingin mantan menghubungi Anda dan tidak benar-benar menyadari bahwa Anda dan dia telah putus.

Sampai beberapa jam atau bahkan hari-hari berikutnya, Anda akan merasa sangat murung, penuh kesedihan dan tangisan, dan merasa hidup Anda hancur karena perpisahan. Anda menjadi malas makan, tidak konsentrasi ketika harus bekerja, dan kepala Anda masih dipenuhi dengan hubungan Anda yang baru saja berakhir.

Cari dukungan teman
Masuki fase selanjutnya di mana Anda akan bertemu dengan teman-teman terdekat untuk berbagi perasaan. Pastikan Anda memiliki teman yang dapat diandalkan yang bersedia menemani Anda selama masa-masa sulit ini, plus Anda akan bisa menceritakan panjang lebar bagaimana perasaan Anda setelah putus dan bagaimana hal itu menghancurkan hati Anda.

Anda juga bisa meminta teman untuk tinggal bersama Anda sebentar agar Anda tidak sendiri. Kamu bisa mengajak mereka untuk tinggal di rumah, pergi berlibur bersama, atau menghabiskan sepanjang hari nongkrong dan bersenang-senang sehingga setidaknya kamu bisa melupakan kesedihan yang sedang dialami.

Baca Juga: Terungkap! Bukti Institut Virologi Wuhan Memang Pelihara Kelelawar di Dalam Gedungnya Meskipun Mitra Institut Bersikeras Tak Ada Kelelawar

Fase kesepian
Hingga akhirnya kamu harus mulai berpisah dari teman karena kesibukan masing-masing. Anda juga mulai harus menjalani hari sendirian. Pada fase ini, Anda mungkin merasa kesepian. Tidak ada yang bisa diajak ngobrol terus menerus seperti saat ada pasangan. Kamu juga mulai bingung mau jalan-jalan karena biasanya selalu bersama pasangan.

Di fase ini, kamu akan melewati hari-hari yang terasa sepi dan seringkali sedih jika tiba-tiba teringat akan pasangan dan hubungan kamu sebelumnya.

Mencoba untuk melupakan
Anda akan sampai pada titik di mana Anda mulai menerima kondisi ini, bahwa Anda dan dia telah berpisah. Anda akan mencoba melupakan semua kenangan bersamanya dan mulai mendorong diri sendiri untuk melewati semuanya dengan baik. Namun, sebaiknya jangan terlalu keras pada diri sendiri karena melupakan seseorang yang pernah Anda sayangi itu sulit. Sebaiknya cari aktivitas yang membuat Anda sibuk sehingga Anda bisa melupakan diri sendiri.

Melakukan aktivitas seperti biasa
Pada akhirnya, Anda akan bangkit sendiri. Anda dapat menjalani hari Anda seperti biasa dan melakukan semuanya dengan maksimal lagi. Meski terkadang Anda masing-masing sering memikirkan masa lalu, kini Anda lebih fokus melihat apa yang ada di depan mata Anda. Pada fase ini, ada sebagian orang yang memilih untuk membuka hati kepada orang lain atau bahkan menikmati saat sendirian dan bahagia tanpa pasangan untuk beberapa saat hingga sembuh total.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...