Kisah Pilu Bocah Malang yang Terpaksa Tidur Di Jalanan Setelah Kedua Orang Tuanya Meninggal Karena Covid-19, Bikin Netizen Baper

Rabu, 05 Mei 2021 | 11:04 WIB
Foto : worldofbuzz Foto : worldofbuzz
<p>RIAU24.COM -  Sungguh menyedihkan ketika anggota keluarga dan orang yang Anda cintai terkena Covid-19. Tapi, apa yang terjadi pada anak-anak, jika kedua orangtuanya meninggal karena virus?

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun ditemukan tertidur di jalanan Klang setelah dia kehilangan orang tuanya karena terinfeksi COVID-19.

Ustaz Ebit Lew melalui profil Facebook-nya membagikan bagaimana dia menemukan bocah itu dan menyelamatkannya dari jalanan.

Baca Juga: 5 Fase yang Harus Dilalui Seorang Wanita Setelah Putus Cinta



Dia menulis, “Saya sangat sedih menemukan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Bukit Raja, Klang, tidur di jalan. Dia menjadi tunawisma di usia yang sangat muda. Orang tuanya baru saja meninggal pada Januari 2021, karena mereka positif Covid-19. Sangat disayangkan bahwa dia harus menjalani kehidupan tanpa arah. Banyak orang di sekitarnya mencoba membantu, beberapa mengirimi saya pesan. Dia tidak memiliki siapa pun dalam hidupnya. Tantanganmu berat, Nak. Tapi, selalu ada hikmah di baliknya. "

Ketika Ustaz Ebit bertanya tentang orang tua bocah itu, bocah itu mulai menangis.

“Saat saya tanya tentang orang tuanya, dia langsung menangis. Saat aku sampai, dia langsung mencium tanganku. Dia tidak punya telepon. Dia tidak tahu siapa saya. Wajahnya bersih dan jernih. Aku tidak punya siapa-siapa lagi, Ustaz," kata bocah malang itu padanya, yang dijawab Ustaz Ebit, "Jangan katakan itu, Nak. Aku dan semua orang di sekitarmu seperti keluargamu. "

Baca Juga: Percaya Mitos, Para Penderita COVID-19 di India Yakin Akan Sembuh dan Mendapat Oksigen yang Maksimal Jika Tidur di Bawah Pohon Ini

Anak laki-laki itu hidup dengan mengandalkan pertolongan orang-orang baik orang yang lewat untuk berbuka puasa, tetapi untungnya sekarang dia tidak perlu melakukannya lagi.

Setelah membuat laporan polisi tentang kesejahteraan anak laki-laki tersebut, Ustaz Ebit membawanya berbelanja pakaian dan mendaftarkannya di sekolah Madrasah.

“Ketika saya bertanya apakah dia ingin masuk sekolah madrasah, dia menjawab ya, dia ingin melihat orang tuanya di surga. Saya sedih karena saya merindukan ibu dan ayah saya. Kami berdoa bersama dan saya segera mengirimnya ke Madrasah untuk didaftarkan. Meskipun kami baru bertemu sebentar, kami merasa dekat, seperti sebuah keluarga. Jaga dirimu, nak. Saya berdoa semoga Anda sukses. Kita akan bertemu lagi. Dia tidak bisa berhenti mengucapkan terima kasih. Dia senang bisa belajar, ”terangnya.

Syukurlah, Ustaz Ebit ada di sana untuk membantu memberi anak malang itu kehidupan dan arah baru, setelah kesedihan dan tantangan yang harus dia tanggung di usia yang begitu muda.

Kami berharap yang terbaik untuk anak itu.

Sedih mengetahui bahwa dia hanyalah salah satu dari banyak anak yang kehilangan orang tua dan wali mereka karena virus yang ditakuti. Inilah mengapa kita perlu mengikuti SOP dan melakukan yang terbaik untuk memutus rantai infeksi.

Jadi, anak-anak seperti ini tidak perlu menanggung kehilangan yang memilukan saat mereka masih sangat muda.

 

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...