Manfaatkan Teknologi AI, PT CPI Terbangkan Drone untuk Dukung Pengamanan Pipa Migas

Jumat, 07 Mei 2021 | 17:13 WIB
PT CPI menggunakan Drone dengan teknologi artifisial intelligent untuk mengawasi keamanan wilayah blok Rokan PT CPI menggunakan Drone dengan teknologi artifisial intelligent untuk mengawasi keamanan wilayah blok Rokan

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Angka pencurian minyak mentah di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, menurun secara signifikan dalam setahun terakhir. Di samping dukungan TNI-Polri dan masyarakat dalam pengamanan aset-aset milik negara di sektor hulu migas, keberhasilan tersebut juga berkat terobosan digital yang dilakukan PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). PT CPI kini memanfaatkan teknologi drone dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pengawasan pipa minyak.

’’Pemanfaatan teknologi terbukti sangat membantu dalam pengawasan jalur-jalur pipa penyalur dan pencegahan aksi pencurian minyak mentah yang merugikan negara. Diharapkan, teknologi ini dapat terus mempersempit ruang gerak pelaku pencurian,” kata Akson Brahmantyo selaku Manager Security PT CPI, dalam acara Media Gathering yang diadakan PT CPI secara virtual pada Jumat (7/5).  

Baca Juga: Senin Sore Ini, Akhirnya Riau Nihil Hotspot

PT CPI merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia yang mengelola aset-aset negara di WK Rokan. Fasilitas operasi hulu migas yang dikelola PT CPI, termasuk minyak mentah yang dialirkan di dalam pipa, juga merupakan milik negara. 

”Blok Rokan sangat vital bagi negara. Penurunan angka pencurian minyak juga berkat dukungan dan kerja sama yang baik dengan TNI-Polri,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus ketika memberikan sambutan.

VP Corporate Affairs PT CPI Sukamto Tamrin juga sangat mengapresiasi dukungan TNI-Polri dan masyarakat dalam pengamanan aset-aset negara di industri hulu migas. “Dukungan Polda Riau, Korem 031/ Wira Bima, dan SKK Migas sangat luar biasa dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional Blok Rokan. Belum lagi upaya pelibatan partisipasi masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ungkapnya. 

Acara Media Gathering PT CPI itu juga dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH., S.I.K., M.Si dan Komandan Korem 031/ Wira Bima Brigjen TNI M. Syech Ismed, S.E., M.Han. 

Baca Juga: Ipda Nadya Ayu, Kapolsek Wanita Termuda di Indonesia Asal Riau yang Punya Jabatan Tinggi di Usia yang Masih Sangat Muda

”Kami sangat senang dengan Security 4.0 yang menggunakan teknologi dalam pengamanan Blok Rokan, tentunya dengan dukungan SDM yang baik akan membuat sektor keamanan di Blok Rokan menjadi efisien. Kami ingin menggelorakan kerja sama ini antara Polri, TNI, SKK Migas, dan PT CPI agar kita bisa memastikan ekosistem yang kondusif untuk mendukung pencapaian target 1 juta barel per hari," ujar Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi.

Komitmen yang sama juga disampaikan Danrem 031./ Wira Bima. ”Bersama PT CPI, kami juga berupaya menumbuhkan partisipasi masyarakat melalui berbagai program agar turut peduli terhadap keamanan aset-aset vital bagi negara,” tegas Brigjen TNI M. Syech Ismed, S.E., M.Han.

Pencurian minyak mentah sering menggunakan modus illegal tapping. Pelaku melubangi jalur pipa aktif dan memasang kran untuk mengalirkan minyak ke truk tangki penampung. Dengan penggunaan drone, kegiatan mencurigakan seperti ini dapat segera terdeteksi.

Drone mampu terbang menjelajah hingga 20 kilometer dengan ketinggian di atas 200 meter dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Pesawat nirawak ini dapat terbang 1-2 jam untuk melakukan pengawasan jalur pipa minyak mentah dan mentransmisikan video secara langsung (real time) ke pusat kendali.

Drone tersebut dilengkapi teknologi kecerdasan buatan yang dapat melakukan identifikasi dan segmentasi obyek di sekitar jalur pipa. “Peralatan ini dikerjakan oleh anak-anak bangsa di PT CPI. Penggunaan drone untuk pengawasan pipa minyak merupakan yang pertama di Chevron maupun di Indonesia,” kata Ivan Susanto selaku Digital Innovation & Acceleration Advisor PT CPI.

Apabila ada indikasi kegiatan yang mencurigakan, drone dapat secara real time mentransmisikan gambar dan mengirimkan pesan singkat ke tim terkait di internal PT CPI. Setelah menerima informasi dari drone, tim keamanan PT CPI segera meluncur ke lokasi atau titik yang dicurigai untuk pengecekan lapangan. 

Penggunaan drone merupakan salah satu komponen dari upaya sistematis dan terintegrasi yang dilakukan PT CPI dalam menekan angka pencurian minyak mentah. Upaya yang dilakukan disebut dengan strategi tiga kaki atau triple helix. Yang pertama, penguatan Internal antara lain sistem dan pola pengamanan, kerja sama lintas tim di internal, serta penggunaan teknologi seperti drone.

Yang kedua, penegakan hukum melalui kerja sama dengan Kepolisian Daerah Riau untuk mengungkap dan menangkap jaringan pencuri minyak mentah, serta melanjutkan ke proses hukum. Sedangkan strategi ketiga adalah pengamanan berbasis masyarakat (community based security) melalui penguatan teritorial bekerja sama dengan TNI dan penguatan partisipasi masyarakat. 

Berbagai lapis pengamanan tersebut berjalan cukup efektif. Angka pencurian minyak menurun drastis hingga hampir mendekati nol dalam setahun terakhir. 

Pencurian minyak mentah tidak hanya mengakibatkan kerugian negara, namun juga dapat mencemari lingkungan sekitar sehingga merugikan masyarakat. Lubang di pipa dapat mengakibatkan tumpahan minyak mentah. Apabila tidak ditangani dalam waktu cepat, tentu akan memicu pencemaran lingkungan yang masif dan berpotensi menimbulkan kebakaran. 

”Kita tidak boleh kalah dari para pencuri yang merugikan negara dan masyarakat. PT CPI dan para pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan berbagai terobosan untuk menekan angka pencurian,” tegas Akson. ***

PenulisR24/saut


Loading...

Terpopuler

Loading...