Menu

Menambang Timah Dari Laut di Indonesia

Devi 9 Jun 2021, 09:37
Foto : Aljazeera
Foto : Aljazeera

Hendra, yang menggunakan satu nama seperti kebanyakan orang Indonesia, mengoperasikan enam ponton, masing-masing diawaki tiga hingga empat pekerja, dengan pipa-pipa yang panjangnya bisa lebih dari 20 meter (66 kaki) untuk menyedot pasir dari dasar laut.

Campuran air dan pasir yang dipompa dialirkan melintasi hamparan tikar plastik yang menjebak pasir hitam berkilauan yang mengandung bijih timah.

Hendra termasuk di antara puluhan penambang rakyat yang bermitra dengan PT Timah untuk mengeksploitasi konsesi penambang negara. Para penambang dibayar sekitar 70.000 hingga 80.000 rupiah (USD 4,90 hingga USD 5,60) untuk setiap kilogram pasir timah yang mereka pompa, dan sebuah ponton biasanya menghasilkan sekitar 50 kg sehari, kata Hendra.

Timah telah meningkatkan produksi dari laut. Data perusahaan menunjukkan cadangan timah terbukti di darat adalah 16.399 ton tahun lalu, dibandingkan dengan 265.913 ton di lepas pantai.

Ekspansi besar-besaran, ditambah dengan laporan penambang ilegal yang menargetkan deposit lepas pantai, telah meningkatkan ketegangan dengan para nelayan, yang mengatakan bahwa tangkapan mereka telah runtuh karena perambahan yang terus-menerus di tempat penangkapan ikan mereka sejak 2014.

Nelayan Apriadi Anwar mengatakan, dulu, penghasilan keluarganya cukup untuk membiayai dua adiknya untuk kuliah, namun beberapa tahun terakhir mereka nyaris tidak mampu. “Jangankan kuliah, sekarang untuk membeli makanan saja susah,” kata Apriadi, 45, yang tinggal di Desa Batu Perahu.

Halaman: 123Lihat Semua