Lagi-lagi Seorang Wanita Terkena Virus Langka dan Mematikan yang Ditularkan dari Hewan

Kamis, 10 Juni 2021 | 13:56 WIB
tikus tikus
<p>RIAU24.COM - Seorang wanita Michigan dirawat di rumah sakit setelah tertular virus langka mematikan yang terkait dengan kotoran hewan pengerat.

Otoritas kesehatan mengumumkan kasus itu pada Senin (7/6).
Baca Juga: Bukti Israel 'Kepanasan' Setelah Indonesia Kecam Aksi Brutal Pada Warga Sipil Gaza Palestina


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, virus ini dapat ditularkan ke orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan kotoran hewan pengerat, urin dan air liur.

CDC hanya melaporkan 21 kasus hantavirus di AS dari 1993 hingga 2018.

Penyakit ini membunuh sekitar 40 persen orang yang tertular, dan dapat menyebabkan batuk dan sesak napas.

Baca Juga: Bayi Wanita Dibuang Dalam Kotak Bergambar Dewa Hindu, Bukti India Masih Terburuk Untuk Urusan Gender
Gejala yang lebih ringan seperti demam, kedinginan, nyeri tubuh, sakit kepala, mual, muntah, diare dan sakit perut, menurut CDC. Virus ini jarang ditularkan dari orang ke orang.

Pasien Michigan yang tidak dikenal itu diperkirakan telah tertular virus saat membersihkan rumah kosong yang di dalamnya terdapat hewan pengerat aktif.

“Kami yakin individu tersebut terpapar saat membersihkan tempat tinggal. Kotoran dari hewan kemungkinan terhirup lewat udara selama pembersihan dan dihirup oleh individu,” juru bicara Departemen Kesehatan Kabupaten, Washtenaw Susan Ringler-Cerniglia.

"Siapa pun yang melakukan kontak dengan hewan pengerat yang membawa hantavirus berisiko terkena HPS dan penyedia layanan kesehatan dengan kasus suspek hantavirus harus menghubungi departemen kesehatan setempat untuk melaporkan kasus tersebut dan mendiskusikan opsi untuk pengujian konfirmasi,” Dr. Joneigh Khaldun, kepala eksekutif medis di Departemen Kesehatan Michigan.

"Jika hewan peliharaan Anda menemukan atau membunuh hewan pengerat, baik anjing maupun kucing tidak dapat menularkan hantavirus ke manusia," kata Ringler-Cerniglia.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...