FBI Diam-diam Jalankan Aplikasi Perpesanan, Ratusan Kriminal Kena Tipu

Jumat, 11 Juni 2021 | 10:24 WIB
ilustrasi ilustrasi
<p>RIAU24.COM - Pihak berwenang di Australia, Selandia Baru, AS, dan Eropa menipu ratusan kriminal lewat aplikasi perpesanan yang diam-diam dijalankan oleh FBI.

Polisi mengatakan geng kriminal mengira aplikasi terenkripsi yang disebut ANOM aman dari pengintaian.
Baca Juga: Gawat! Salah Satu Gletser Terbesar di Antartika Bakal Runtuh, Dampaknya Apa Bagi Dunia?
 
Padahal, pihak berwenang selama berbulan-bulan telah memantau jutaan pesan tentang penyelundupan narkoba, pencucian uang, dan pembunuhan berencana.

Aplikasi ini adalah bagian dari operasi yang disebut Trojan Shield di seluruh dunia, yang dipimpin oleh FBI dan melibatkan Administrasi Penegakan Narkoba AS, agen polisi Uni Eropa Europol, dan lembaga penegak hukum di banyak negara.

Kepolisian dari total 16 negara telah melakukan penggerebekan.
Baca Juga: Ini Dia Kepala Negara Asing Pertama yang Ucapkan Selamat Setelah Ebrahim Raeisi Terpilih Sebagai Presiden Iran 
Sekitar 9.000 petugas telah dikerahkan di seluruh dunia untuk melakukan penangkapan dan mencari lebih dari 700 lokasi selama 48 jam terakhir.

Lebih dari 32 ton obat-obatan termasuk kokain, ganja, amfetamin dan metamfetamin disita bersama dengan 250 senjata api dan $ 48 juta dalam berbagai mata uang di seluruh dunia.

"Operasi Trojan Shield adalah pendekatan inovatif untuk masalah penegakan hukum yang terus berlanjut, berkembang, dan kompleks yang terus dihadapi setiap hari," kata Suzanne Turner, agen khusus yang bertanggung jawab atas Kantor Lapangan San Diego FBI. 


PenulisR24/ame


Loading...
Loading...