Terduga Teroris Melawan, Gigih Ajukan Praperadilan

Jumat, 11 Juni 2021 | 23:22 WIB
Ilustrasi. Foto: Internet Ilustrasi. Foto: Internet

RIAU24.COM -  Lantaran menilai proses hukum yang tidak sah, Istri dari dua terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengajukan gugatan praperadilan.

Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum istri dua terduga teroris, Abdullah Mahir.

"Sudah saya daftarkan kemarin. Klien kami merasa penangkapan itu tidak sah karena sampai gugatan perkaranya itu didaftarkan mereka tak pernah mendapatkan salinan surat penangkapan, penahanan dan penggeledahan," ujarnya, dikutip dari detik.com, Jumat, 11 Juni 2021.

Dia mengatakan jika gugatan praperadilan tersebut diajukan pada Kamis, 10 Juni 2021 dari terduga teroris yang bernama Wahyudi (35) dan Muslimin J (39) usai ditangkap serta ditahan polisi.

Baca Juga: Mirip Seperti Kasus di Indonesia, Petugas Lab Swasta Di Negara Ini Ditangkap Usai Memalsukan Lebih Dari 400 Ribu Hasil Tes Swab Negatif

Setelah ini pihak istri terduga teroris tinggal menunggu jadwal sidang perdana atas gugatan tersebut di pengadilan.

Untuk diketahui, Wahyudi dan Muslimin J kini mendekam di Rutan Mapolda Sulsel.

Baca Juga: Kesal Dengan Suara Tangisan, Pria Ini Memukuli Sang Putra dan Ancam Akan Menggantung Istrinya

Mereka ditangkap Densus 88 setelah polisi menetapkan 56 terduga teroris sebagai tersangka dalam kasus ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 April 2021.

Polisi mengklaim para tersangka memiliki peran dalam membantu pasangan suami istri L dan YSF selaku bom bunuh diri.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...