Saham Coca-Cola Rugi Rp 57 Triliun Akibat Botolnya Digeser Ronaldo, Ini Tanggapan Coca-Cola

Rabu, 16 Juni 2021 | 10:00 WIB
Cristiano Ronaldo [Instagram/@cristiano] Cristiano Ronaldo [Instagram/@cristiano]

RIAU24.COM -  Saham Coca-Cola mengalami penurunan. Coca-Cola rugi hingga US$ 4 miliar atau sekitar Rp 57,6 triliun (kurs Rp 14.400). Hal ini cuma karena botol Coca-Cola digeser oleh Cristiano Ronaldo saat konferensi pers Euro 2020 lalu.

Dikutip dari theatletic.com disebutkan Ronaldo menjadi narasumber dan berbicara menjelang pertandingan Portugal melawan Hungaria pada Senin. Saat itu botol Coca-Cola ditempatkan di mejanya.

Namun pria berusia 36 tahun itu menggesernya dan mengatakan jika harus meminum air sebagai gantinya. Hal tersebut langsung berdampak buruk pada pergerakan saham Coca-Cola.

Baca Juga: Polisi Temukan Fakta Keterlibatan Mantan Hakim Agung Atas Pembunuhan Presiden Dengan Menyewa Tentara Bayaran

Saham Coca-Cola mendekati US$ 56,10 ketika pasar saham dibuka pada pukul 3 sore waktu Eropa. Namun 30 menit kemudian, setelah Ronaldo dan Fernando Santos menghadiri ruang konferensi pers di Stadion Puskas Ferenc di Budapest, saham dilaporkan menukik ke level terendah US$ 55,22 per saham.

Coca-Cola menanggapi apa yang dilakukan Ronaldo dengan menyebut minuman adalah hak setiap orang. Menurut mereka selera dan kebutuhan orang akan berbeda-beda.

Juru bicara Coca-Cola menyampaikan jika seluruh pemain ditawari air, Coca Cola dan Coca Cola Zero Sugar ketika sampai di tempat konferensi pers.

Dikutip Givemesport, Ronaldo sebelumnya dikenal tidak suka minuman ringan manis. Pria berusia 36 tahun ini juga tidak suka putra sulungnya mengonsumsi produk semacam itu.

Baca Juga: YouTuber Tewas Jatuh dari Pegunungan Alpen Saat Rekam Video untuk Kanal YouTubenya

"Kadang-kadang saya keras dengan dia karena dia minum Coca-Cola dan Fanta," kata Ronaldo.

"Saya berkelahi dengannya ketika dia makan keripik dan kentang goreng dan segalanya, dia tahu saya tidak menyukainya."

PenulisR24/riz


Loading...

Terpopuler

Loading...