Menu

6 Teladan yang Harus Dipraktikkan Suami Istri, Termasuk Mandi Bersama

Devi 19 Jun 2021, 10:19
Foto : Mstar
Foto : Mstar

RIAU24.COM -  Sifat manja merupakan sifat yang harus ada dalam diri suami istri untuk menggambarkan rasa cinta satu sama lain. Kenyataannya, sebagian besar masyarakat kita masih belum memahami arti dan tujuan dari memanjakan antara suami dan istri.

Ini karena rasa malu dan merasa tidak pantas. Akibatnya banyak pasangan yang menumpulkan budaya romantis dan mengering dalam cinta. Anehnya, ketika di luar ikatan pernikahan, mereka romantis, tetapi ketika menikah, mereka bersikap dingin dan acuh pada pasangan.

Umat ​​Islam perlu membedakan antara romansa gaya barat dan romansa Islami.

Romantisme dalam Islam hanya untuk pasangan suami istri yang sudah memiliki hubungan yang diakui oleh hukum Islam, sedangkan asmara ala Barat, mereka bebas melakukan apa saja tanpa ada batasan. Dalam Islam, tidak ada cinta monyet berdasarkan nafsu semata.

Pengikut terbaik yang perlu kita tiru adalah Rasulullah. Hal ini karena kehidupan Rasulullah penuh dengan kasih sayang kepada anggota keluarga. Dalam mengatur dan menjalankan rumah tangga, Rasulullah selalu rukun dengan istri dan anggota keluarganya.

Ia selalu mendidik, berlaku adil dan lembut terhadap istri-istrinya, termasuk tidak pernah memukul dan menghina mereka, malahan ia sabar dengan kesombongan dan selalu menyuruh anggota keluarga untuk berbuat baik.

Meskipun Rasulullah dikenal sebagai pemimpin yang disegani, beliau selalu peka dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyinggung perasaan istrinya.

Sikap itu ditunjukkan dengan santai. Salah satu cinta terbesar Nabi adalah dengan Siti Khadijah. Cinta Nabi pada Khadijah hingga sabda Nabi kepada Aisyah: Sesungguhnya aku telah dikaruniai cinta Khadijah. - [HR Muslim 4464].

Betapa hebatnya romansa Nabi dengan Khadijah yang selalu menemani Nabi dan selalu bersama Nabi dalam situasi mudah dan sulit.

Di antara contoh romantis Nabi bersama istrinya adalah setiap pasangan harus memainkan perannya masing-masing.

1. Nabi mandi bersama istrinya

Dia pernah meriwayatkan bahwa: Saya biasa mandi dengan Rasulullah dari sebuah wadah dan dia mendahului saya (mengambil air dari wadah), jadi saya berkata: Biarkan untuk saya, tinggalkan untuk saya. Keduanya dalam keadaan junub. - [HR Muslim 485].

Hadits ini menunjukkan betapa romantisnya Rasulullah dengan istrinya dalam keadaan mandi bersama.

2. Dia mendukung istrinya

Nabi juga seorang pria yang kuat dan pemberani sehingga dia bisa bahagia dengan istrinya dengan mendukung mereka.Dikisahkan A'ishah: Selama Hari Raya, biasanya ada dua budak Sudan yang menunjukkan kemampuan mereka untuk bermain dengan tombak dan perisai.

Lalu ada kalanya saya sendiri bertanya kepada Nabi, atau Nabi sendiri yang menawari saya: "Apakah Anda ingin melihatnya?" Jadi saya menjawab: "Ya, saya mau." Maka dia menopangku di belakangnya, sementara pipiku bertemu dengan pipinya saat dia berkata: "Pergilah, wahai Bani Arfadah!" Begitu terus sampai aku merasa bosan dan dia berkata: "Apakah kamu merasa cukup?" Saya menjawab: "Ya, sudah." Lalu dia berkata: "Kalau begitu pergilah." - [HR Bukhari 897].

3. Rasulullah memperlakukan istrinya dengan baik ketika disapa

Dari Syafiyyah binti Huyay berkata; Ketika Rasulullah sedang beritikaf aku datang menjenguknya pada malam hari, lalu aku berbicara dengannya sebentar, lalu aku berdiri untuk pulang, dia juga berdiri bersamaku untuk mengantarku. - [HR Bukhari 3039].

Begitu romantisnya Nabi tidak memarahi istrinya yang ingin berbicara dengan Nabi meskipun sedang berada di masjid untuk beribadah kepada Allah.

4. Memanggil istri dengan panggilan manja

Ia pun menelepon istrinya dengan panggilan manja. Diantaranya, Nabi memanggil Aisyah dengan 'Aisy. Rasulullah bersabda: “Wahai Aisy (merujuk kepada Aisyah), ini Jibril, dia menitipkan salam kepadamu.” Lalu aku menjawab: "Wa'alaihissalam warahmatullah." - [HR Bukhari 5733].

5. Makan dan minum dari piring dan gelas yang sama

Dari Aisyah berkata: “Ketika saya sedang haid, saya minum. Kemudian saya berikan kepada Nabi dan beliau meletakkan mulutnya di tempat mulut saya berada. Ketika saya sedang haid, saya makan daging yang masih menempel pada mulutnya. tulang, lalu aku memberikannya kepada Nabi dan dia meletakkan mulutnya di atas mulutku.” - [HR Ahmad 24416].

Kecintaannya tidak hanya dari percakapannya tetapi bahkan tindakan Nabi yang menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat manja.

6. Letakkan kepala di pangkuan istrimu

Ada kalanya Rasulullah begitu romantis hingga dengan sengaja menyandarkan kepalanya di pangkuan istrinya seperti yang dikatakan oleh Aisyah dalam Sahih Bukhari yang artinya: Nabi membacakan Al-Qur'an (menghafal) dan kepalanya berada di pangkuanku sedangkan aku sedang menstruasi. - [HR Bukhari 6994].

Tak hanya itu, kisah asmaranya hingga saat-saat terakhir kehidupan Nabi. Dia berkata yang artinya: Ketika kematian mendekati Rasulullah, kepalanya berada di dadaku. - [HR Bukhari 1300].

Sebagai rangkuman dan pelajaran, seorang suami hendaknya berusaha untuk memperdalam ilmu agamanya untuk menjadi kepala keluarga yang disegani guna menjalani bahtera kehidupan bersama istri dan keluarganya. Istri juga harus berusaha menambah ilmu agar setiap konflik rumah tangga dapat diselesaikan dengan damai dan tentram.

Jelas menjadi romantis adalah sunnah Nabi. Sesungguhnya siapakah kita dibandingkan dengan Rasulullah yang jauh lebih mulia dari semua manusia. Satu-satunya harapan adalah pasangan tidak malu untuk mempraktikkannya. Suasana romantis tidak hanya dapat menumbuhkan ikatan cinta dan kasih sayang yang lebih intim antara suami dan istri, tetapi juga memberikan kedamaian dan belaian jiwa sepanjang usia pernikahan.