Menu

Kenali Lebih Dekat Perbedaan KITE Dengan Kawasan Berikat

Muhardi 9 Jul 2021, 16:19
Foto (internet)
Foto (internet)

Lain halnya dengan Kawasan Berikat, untuk kebijakan yang satu ini, perusahaan tidak akan ada dibebankan oleh jaminan atas bahan baku yang diimpor dari luar daerah pabean. Ditambah lagi, bahan baku tersebut bisa mendapatkan penangguhan bea masuk, bahan yang dimaksud di sini termasuk pula bahan baku yang terdaftar dalam kategori pembatasan atau pun larangan. 

Di samping itu, pengeluaran hasil produksi pada Kawasan Berikat dapat dilakukan di luar daerah pabean. Sementara untuk perusahaan berfasilitas KITE, keseluruhan hasil produksi yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan haruslah dilakukan ekspor. Pada perusahaan yang menggunakan fasilitas KITE perlu melakukan pemisahan antara pencatatan dengan penyimpanan bahan baku agar dapat diketahui bahan baku yang memiliki fasilitas dengan yang tidak sementara perusahaan berfasilitas Kawasan Berikat tidak perlu melakukan pemisahan. 

Satu lagi perbedaan KITE dengan Kawasan Berikat adalah KITE memiliki jangka waktu tertentu dalam mengekspor hasil produksi sedangkan pada Kawasan Berikat tidak memiliki jangka waktu yang spesifik atau tepat.

Sekian ulasan mengenai pengertian dan perbedaan KITE dengan Kawasan Berikat. Jika mengikuti penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat terlihat kebijakan mana yang lebih berpihak pada perusahaan manufaktur. Menimbang berdasarkan perbedaan yang telah diulas, kebijakan Kawasan Berikat dirasa lebih menguntungkan bagi perusahaan manufaktur. Bagaimana menurut Anda? Semoga informasi kali ini dapat bermanfaat bagi perusahaan Anda dalam melakukan kegiatan ekspor dan impor.

Salah satu perusahaan pengekspor produk dalam negeri khusus sarung tangan golf, atau pabrik sarung tangan golf, (golf gloves manufacturer) dan pabrik karung leno (leno mesh bag manufacturer) adalah perusahaan yang membantu meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.


Halaman: 234Lihat Semua