Siaga Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi
RIAU24.COM - Potensi kemarau tahun ini yang kerap dikaitkan dengan istilah 'El Nino Godzilla' mendorong pelaku industri perkebunan meningkatkan kewaspadaan, termasuk PTPN IV PalmCo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, klasifikasi El Nino secara resmi hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan, peluang terjadinya El Nino lemah hingga moderat pada tahun ini mencapai 50-60 persen setelah semester kedua.
Mengantisipasi potensi tersebut, PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dengan mengedepankan langkah mitigasi sejak dini.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan memilih pendekatan konservatif dengan menyiapkan berbagai skenario pengendalian risiko.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan kami jalankan seolah menghadapi kondisi terburuk,” kata dia di Jakarta, Selasa.
Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap meningkat saat musim kemarau, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.